Arema Setuju Regulasi Pemain U-23 Dihapuskan

Arema Setuju Regulasi Pemain U-23 Dihapuskan
Rafli dan Hanif yang mengisi kuota pemain U-23 Arema musim lalu (C) DANI KRISTIAN

General Manager Arema, Ruddy Widodo setuju regulasi pemain U-23 dihapuskan. Menurutnya, penghapusan regulasi itu akan sangat penguntungkan klub peserta Liga 1 2020.

Sebelumnya, dalam rilis Regulasi Liga 1 2020 yang diterbitkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) aturan klub harus mengontrak tujuh pemain lokal berlabel U-23 sudah dihapuskan. Kini, klub-klub peserta kompetisi bebas mengontrak pemain berusia berapa pun asal memenuhi kuota.

Ruddy menegaskan, sebagai member, pihaknya bakal mendukung semua keputusan LIB. Apalagi jika tujuannya menjadikan musim ini lebih baik lagi dari musim sebelumnya.

“Kami mendukung apa pun keputusan LIB, apalagi jika tujuan mereka membuat kompetisi musim ini lebih baik dari musim sebelumnya. Saya pikir ini menguntungkan klub peserta kompetisi. Sekarang kami bisa lebih leluasa menyusun komposisi tim.

Ada Alasan Lain yang Membuat Arema Setuju

Ada alasan lain yang membuat manajemen Arema setuju regulasi pemain U-23 dihapuskan. Ruddy Widodo menilai, regulasi itu seharusnya memberikan dampak positif bagi perkembangan prestasi timnas.

Ruddy setuju dengan ungkapan ‘kompetisi menjadi kawah candradimuka bagi pemain untuk menuju ke timnas’. Namun, menurutnya, adanya regulasi setiap tim harus memiliki tujuh pemain U-23 sejauh ini tidak ada manfaatnya.

“Seharusnya, adanya regulasi itu bisa memberikan pengaruh positif kepada prestasi timnas, tapi sejauh ini tak tampak. Jadi, Arema setuju kalau dihapuskan,” tegas manajer berkaca mata ini.