Arema Sulit Menang, Hanif Sjahbandi Sebut Campur Tangan Tuhan

Arema Sulit Menang, Hanif Sjahbandi Sebut Campur Tangan Tuhan
Hanif Sjahbandi (C) DANI KRISTIAN

Hanif Sjahbandi buka suara soal Arema yang sulit menang di empat laga sebelumnya di Liga 1 2019. Menurutnya, menang atau tidaknya sebuah tim dalam suatu pertandingan, ada campur tangan Tuhan.

Arema terakhir menang ketika mengalahkan Madura United di kandang sendiri pada pekan ke-27 (8/11/2019) lalu. Setelah itu, Arema kalah 3-0 di kandang Persib Bandung, imbang 1-1 di kandang dengan Persija Jakarta, kalah 1-0 di markas Bhayangkara FC, dan terakhir ditahan imbang Kalteng Putra 1-1 di Malang.

Pemain asal Bandung itu menyebutkan, banyak aspek yang membuat Arema kesulitan meraih kemenangan. Hanya saja, bukan ranahnya sebagai pemain Arema untuk menilai dan berkomentar terkait hal itu.

“Mungkin pelatih lebih tahu, sebagai pemain kami hanya memberikan yang terbaik, 100 persen, menjalankan arahan pelatih dengan maksimal, sisanya campur tangan Tuhan,” ungkap Hanif.

Belum Puas dengan Pencapaian Arema

Hanif Sjahbandi mengaku belum puas dengan pencapaian Arema sejauh ini yang menempati posisi keenam di klasemen sementara Liga 1 2019, sama seperti peringkat Arema musim lalu. Menurutnya, Arema masih bisa lebih baik dari ini.

Terlebih di empat laga sebelum ini, Arema disebutnya tampil tidak seperti Arema biasanya. Karenanya, Hanif bertekad berbenah di sisa empat pekan terakhir di Liga 1 2019.

“Saya merasanya belum cukup di pertandingan-pertandingan kemarin. Sebenarnya, kami masih bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Ini tidak seperti Arema yang kemarin, saya pikir kami masih bisa mendapatkan posisi yang lebih baik dari sekarang ini,” imbuh pemain 22 tahun itu.

Bukan Karena Kejenuhan

Hanif Sjahbandi menampik dugaan Arema sulit menang karena kejenuhan para pemain. Menurutnya, sebagai pemain profesional, semua penggawa Singo Edan menjalani pertandingan demi pertandingan dengan nikmat.

“Alhamdulillah, kami sebagai pemain sepak bola profesional harus tahu bagaimana mengatasinya (kejenuhan). Sepak bola pasion kami, saya cinta sepak bola, dan saya menikmatinya,” tegasnya.