Arema Tak Bisa Main di Kandang Sendiri di Liga 1 2021-2022

Arema Tak Bisa Main di Kandang Sendiri di Liga 1 2021-2022
Dendi Santoso (C) DANI KRISTIAN

Arema tak bisa main di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, di Liga 1 2021-2022. Hal itu terjadi sebagai dampai dari penerapan sistem buble to buble yang diterapkan untuk kompetisi musim ini.

Sisten buble to buble diterapkan dengan pembagian pertandingan dalam tiga klaster. Klaster pertama dimainkan di stadion yang ada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, lalu klaster kedua diigelar di Jawa Tengah dan Yogyakarta, kemudian klaster ketiga di Jawa Timur.

Media Officer Arema, Sudarmaji menegaskan pihaknya mendukung sistem yang diterapkan PSSI tersebut. Pada prinsipnya, bagi Arema yang terpenting kompetisi tetap berjalan.

“Info yang kami terima, masing-masing klaster digelar pertandingan selama 49 hari, dibagi menjadi beberapa pekan. Teknisnya, bagaimana semua klub itu dipastikan tidak akan bermain di kandangnya masing-masing. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Sudarmaji.

Arema Tak Bisa Main di Kandang Sendiri, Ini yang Diperjuangkan

Ada konsekuensi yang harus ditanggung Arema karena tak bisa main di kandang sendiri. Sudarmaji menyebut, salah satu yang diperjuangkan adalah hubungannya dengan pihak sponsor.

Menurutnya sejauh ini Arema sudah menjalin kerja sama dengan pihak sponsor, di mana salah satu timbal baliknya logo sponsor itu tampil di LED board saat laga kandang. Karena tak akan main di kandang sendiri, tentunya persoalan kerja sama dengan pihak sponsor ini menimbulkan permasalahan.

“Kami berharap ada proteksi sponsorship, karena pertandingan tidak akan digelar di masing-masing kandang klub. Tentu berdampak pada sponsor yang sudah menjalin kerja sama dengan klub sejauh ini,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.