Aremania Tak Ingin Proses Hukum Kasus Kanjuruhan Disaster 2 Macet

Aremania memberi penjelasan tentang kemacetan yang sengaja mereka timbulkan lewat aksi-aksi turun ke jalan. Sesungguhnya, mereka hanya ingin mencari perhatian publik karena tak ingin proses hukum kasus Kanjuruhan Disaster 2 macet seperti kemacetan yang mereka buat.

Sudah lebih dari satu bulan terakhir Aremania menggelar aksi turun ke jalan tiap akhir pekan untuk memacetkan Malang Raya. Untuk pertama kalinya mereka membuat kemacetan di hari kerja pada Kamis (8/12/2022) dengan Aksi Konvoi Hitam.

“Kalau dibilang kami bikin macet, bagaimana kabar keluarga korban yang ditinggalkan? Bagaimana mereka yang mencari keadilan?” kata Ambon Fanda, salah seorang Aremania yang mengikuti aksi ini.

“Negara ini butuh sesuatu yang heboh baru diperhatikan. Kalau kita berdiam saja, pasti negara lalai, seperti kasus-kasus yang lainnya.”

Macetkan Jalan Untuk Tuntut Usut Tuntas Kasus Kanjuruhan Disaster 2, Aremania Mohon Maaf

Ambon mewakili Aremania yang terlibat Aksi Konvoi Hitam memohon maaf kepada seluruh masyarakat Malang Raya. Khususnya yang merasa aktivitasnya terhambat lantaran kemacetan yang ditimbulkan Aremania.

Menurutnya, aksi bikin macet Malang Raya ini akan terus digelar sampai ada titik terang, di mana tuntutan Aremania dikabulkan. Tuntutan mereka untuk penambahan jumlah tersangka dan pasal pembunuhan sejauh ini belum terjawab.

“Jadi, otomatis kita memang bikin macet, sedikit mengganggu perekonomian. Kami mohon maaf, tapi mohon empati dan nuraninya dibuka kembali untuk melihat apa yang terjadi dalam Tragedi Kanjuruhan,” tandasnya.