Arthur Cunha Ungkap Peran Gandanya di Arema

Arthur Cunha Ungkap Peran Gandanya di Arema
Arthur Cunha Ungkap Peran Gandanya di Arema (C) DANI KRISTIAN

Arthur Cunha ungkap peran ganda yang harus dijalani di Arema FC. Selain menempati posisi stopper, rupanya ada peran lain yang mau tak mau harus dilakoni lantaran instruksi dari tim pelatih.

Sama seperti pasangan duetnya, Hamka Hamzah, Arthur pun kerap maju membantu penyerangan ketika ada bola mati di depan gawang lawan. Peran ini sudah menghasilkan dua gol ke gawang dua rival Arema, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.

Menariknya, Arthur pun kerap maju membantu menyerang bukan hanya ketika ada peluang dari bola mati saja. Saat open play pun pemain asal Brasil ini kerap merangsek hingga melintasi garis tengah lapangan sambil membawa bola.

“Kalau saat tim tertinggal atau butuh gol, pelatih bilang, ‘kalau kamu bisa maju dengan membawa bola silakan dilakukan, asal bisa membantu tim mencetak gol’,” kata Arthur kepada WEAREMANIA.

Risiko Kebobolan Meningkat

Dengan majunya Arthur Cunha membantu serangan, risiko kebobolan yang mengancam gawang Arema semakin meningkat. Diakui atau tidak, dalam 16 laga yang dijalani, gawang Arema sudah kebobolan 25 kali.

Arthur mengakui banyaknya tingkat kebobolan gawang Arema selama putaran pertama ini sebagai risiko dari penampilan agresif timnya saat menyerang. Bahkan, ketika menyerang pun, barisan pertahanan, baik itu stopper maupun bek sayap ikut naik.

“Tim kami menyerang terus, sementara lawan mengandalkan serangan balik. Jika kita lihat tim lain hanya menang 1-0, 2-1. Itu karena mereka bertahan, baru menyerang. Kalau Arema tidak, kami selalu menyerang, bahkan pemain bertahan ikut menyerang, sehingga pertahanan tidak terlalu terlindungi,” imbuhnya.

Evaluasi untuk Putaran Kedua

Rekam jejak jumlah kebobolan yang rata-ratanya lebih dari satu gol per laga itu menjadi bahan evaluasi bagi pertahanan Arema. Arthur Cunha sendiri menegaskan siap mengubah gaya bermainnya jika memang itu solusi terbaik dari hasil evaluasi tim pelatih.

“Saya pikir ini biasa, karena inilah cara kami bermain, buktinya sekarang Arema ada di peringkat keempat. Kalau cara bermain itu bagus, akan kami lanjutkan. Kalau dianggap tidak bagus ya akan kami ubah, terserah tim pelatih bagaimana baiknya, kami hanya menjalankan saja,” pungkas pemain 29 tahun ini.