Beber Kerugian Arema Ditinggal Mario Gomez

Beber Kerugian Arema Dintinggal Mario Gomez
Mario Gomez (C) DANI KRISTIAN

Ruddy Widodo beber kerugian Arema ditinggal Mario Gomez dari kursi pelatih kepala. General Manager Arema itu mengungkit apa yang sudah diberikan pihaknya di muka saat penandatanganan kontrak selama semusim.

Sebelumnya, Gomez memutuskan mundur lantaran tak setuju dengan skema rekontrak yang disodorkan Arema. Skema itu mengatur nominal gaji pelatih dan pemain berdasarkan Surat Keputusan PSSI No. 48 dan No. 53, yang membuat penggawa Singo Edan tak bisa menerima gaji penuh di tengah masa pandemi covid-19.

Skemanya, nilai gaji perbulan selama September 2020-Februari 2021 adalah nilai kontrak semusim dibagi dua (50%), dikurangi uang yang sudah/akan mereka terima sampai Agustus, lalu dibagi jumlah bulan dari September sampai bulan terakhir sesuai durasi kontrak awal.

“Dari sisi manajerial, jelas rugi dengan mundurnya Gomez. Sebab, dia sudah menerima DP (uang muka) 25 persen, tapi di Liga 1 2020 Arema baru main tiga kali,” kata Ruddy.

Lalu, Kerugian Arema Ditinggal Mario Gomez dari Sisi Teknis?

Kerugian yang dialami Arema pascamundurnya Mario Gomez bisa jadi bukan cuma secara manajerial saja. Secara teknis, harusnya ada dampaknya pula, baik terhadap staf kepelatihan maupun pemain Arema.

Seperti diketahui, pekan ini Arema mulai menggelar sesi latihan perdana di tengah pandemi covid-19, tentu butuh program latihan. Persiapan Arema secara fisik pun dipastikan bakal terganggu mengingat pelatih fisiknya, Marcos Gonzalez mengikuti jejak Gomez menuju pintu keluar.

“Kalau secara teknis persiapan mungkin tidak terlalu terasa kerugiannya. Begitu Gomez pamit, saya langsung mengabari para asisten pelatih Arema), saya serahkan persiapan dan latihan kepada mereka,” tegas manajer berkaca mata ini.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.