Belajar Tidak Menilai Kualitas Pemain Arema Dari Hasil Pertandingan

Pelatih Javier Roca mengajak Aremania untuk tidak menilai kualitas pemain Arema dari hasil pertandingan di Liga 1 2022-2022 saja. Sebab, penilaian seperti itu umum dilakukan oleh kelompok suporter.

Dalam tiga laga terakhirnya, Arema mampu menuai tiga kemenangan berturut-turut. Skuad Singo Edan mengalahkan Dewa United 2-0, Persis Solo 2-1, dan Persikabo 1973 1-0.

Misalnya saja, ketika Arema mampu meraih tiga kemenangan beruntun seperti sekarang ini, suporter menyebut pemain Arema bagus. Namun, ketika dalam situasi Arema mengalami kekalahan, pasti dicap pemain jelek.

“Kadang-kadang kebanyakan orang menilainya ketika tim kalah disebut pemain jelek, pelatih jelek. Kalau menang, semua bagus. Kita harus belajar untuk menilai kualitas pemain bukan dari hasil satu-dua pertandingan saja,” kara Roca.

Kualitas Pemain Arema Sudah Ditunjukkan Dalam Tiap Laga

Javier Roca menegaskan, tiap pertandingan, para pemain Arema sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Terlebih dari hasil skor akhirnya, menurut pelatih asal Chile itu, mereka selalu tampil maksimal.

“Umumnya di sini penilaian performa pemain kan tergantung hasil pertandingan. Saat ini mungkin mereka menilai pemain Arema bagus, tapi waktu kami kalah pasti sebaliknya,” imbuhnya.

“Saya pribadi tidak pernah menilai kualitas pemain Arema dari satu hasil pertandingan saja. Mereka selalu ada di performa terbaik di tiap pertandingan. Mereka punya pengalaman, mereka punya kualitas.”