Berat Jika Harus Menuruti Permintaan Mario Gomez

Berat Jika Harus Menuruti Permintaan Mario Gomez
Mario Gomez (C) DANI KRISTIAN

General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut ada permintaan Mario Gomez yang berat untuk dituruti pihaknya. Tak heran jika akhirnya manajemen Arema resmi melepas pelatih asal Argentina itu dari kursi pelatih kepala.

Sebelumnya, menurut manajer berkaca mata itu, alasan utama mundurnya Gomez adalah ketidaksetujuan pada skema rekontrak dalam draft yang disodorkan Arema. Skema tersebut ditetapkan Arema sesuai dengan Surat Keputusan PSSI No. 48 dan No. 53.

Berdasarkan SK No. 48, Arema menggaji pelatih dan pemainnya 25 persen saja pada bulan Juli-Agustus, sama halnya dengan gaji bulan Maret-Juni. Sementara, SK No. 53 menyebutkan gaji mereka sebesar 50 persen.

“Sejak skema gaji 25 persen itu Gomez sudah tidak setuju, begitu pula yang 50 persen. Kalau dia minta di atas itu ya kami keberatan. Roadmep Arema sesuai dengan SK PSSI No. 48 dan No. 53. Dengan skema 50 persen dan 25 persen ini saja sudah berat sebenarnya, karena klub tidak ada pemasukan. Saya pikir bukan cuma Arema, semua klub mengalaminya,” kata Ruddy.

Permintaan Mario Gomez yang Membuat Negosiasi Buntu

Ruddy Widodo menegaskan, proses negosiasi dengan agen Mario Gomez memang menemui jalan buntu. Penyebabnya adalah sang agen bersikeras menolak adendum rekontrak terkait nominal.

Sejatinya, FIFA sebagai induk sepak bola seluruh dunia sudah memberikan arahan terkait kontrak ini pihak klub dan pelatih atau pemain bisa melakukan negosiasi hingga tiga kali. Jika menemui jalan buntu maka status si pelatih atau pemain itu pending alias tak bisa dikontrak tim manapun.

“Agenya sudah terlanjur tidak sepakat dengan rekontrak yang kami sodorkan, mau bagaimana lagi?” tandas pria berusia 48 tahun itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.