Berkas Kasus Kanjuruhan Disaster 2 Akan Terus Dikembalikan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Kepada Tim Penyidik

Berkas kasus Kanjuruhan Disaster 2 akan terus dikembalikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur kepada tim penyidik Polri. Situasi itu akan terus terjadi sampai petunjuk P19 dipenuhi oleh tim penyidik.

Anggota Tim Hukum Aremania Menggugat, Yiyesta Ndaru Abadi mengatakan, status P19 untuk berkas Tragedi Kanjuruhan itu berisi petunjuk untuk tim penyidik Polri. Menurutnya, ada kemungkinan ada petunjuk untuk penambahan tersangka dan pasal.

“Jika tidak dipenuhi unsur kesengajaan maka berkas akan terus dikembalikan lagi oleh Kejaksaan kepada tim penyidik,” kata Yiyesta.

Petunjuk P19 Untuk Berkas Kasus Kanjuruhan Disaster 2 Harus Dipenuhi Tim Penyidik Polri

Yiyesta menambahkan, petunjuk P19 dari Kejati Jawa Timur itu harus dipenuhi oleh tim penyidik Polri. Petunjuk itu tak bisa ditolak ataupun diabaikan.

Menurutnya, unsur kesengajaan harus diterapkan ketimbang unsur kelalaain saja. Sehingga Pasal 338 dan 340 tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana bisa terakomodir untuk menjerat tersangka.

“Petunjuk ini bukan saran yang bisa dilaksanakan atau ditolak. Jadi, petunjuk ini harus dilaksanakan, yaitu penambahan pasal dan tersangkanya baru. Kalau dua unsur itu tidak diselesaikan, maka berkas akan dikembalikan terus oleh Kejaksaan,” imbuhnya.

Siap Mengawal Hingga Berkas Perkara Lengkap

Tim Hukum Aremania Menggugat siap mengawal terus hingga berkas perkara Kanjuruhan Disaster 2 lengkap. Bentuk kontrol mereka dengan cara mendatangi Kejaksaan jika posisi berkas ada di sana.

“Kalau berkas dikembalikan lagi ke tim penyidik, bukan tidak mungkin kami bisa juga mendatangi pihak penyidik di Polda Jawa Timur,” sambungnya.

“Rekomendasi dari TGPIF (Tim Gabungan Independen Pencari Fakta) menjadi landasan dalam penyidikan atas proses hukum Tragedi Kanjuruhan ini sampai bisa diselesaikan sesuai harapan para korban.”