BRIN Kirim Hasil Analisis Sampel Korban Kanjuruhan Disaster 2 Kepada Menko Polhukam

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengirimkan hasil analisis sampel korban Kanjuruhan Disaster 2 kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. Hal itu mereka lakukan setelah merampungkan analisis.

Sebelumnya, BRIN menerima sampel dari hasil autopsi yang dilakukan tim Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jawa Timur. Sampel dua jenazah korban NDR (16) dan NDA (13) itu kemudian diteliti.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan pihaknya enggan mengungkap hasil temuan tersebut. Menurutnya, kewenangan mengungkap hasilnya ada pada Mahfud.

“Hasil analisis sesudah kami kirimkan ke Menko Polhukam, dan menjadi kewenangan beliau untuk menyampaikan hasil analisis yang komprehensif ke publik,” kata Handoko, seperti dikutip CNN Indonesia.

Apakah Hasil Analisis Sampel Korban Kanjuruhan Disaster 2 Sama dengan Tim PDFI Jawa Timur?

Ketua PDFI Jawa Timur, dokter Nabil Bahasuan sempat mengatakan kesimpulan hasil autopsi kedua jenazah korban Kanjuruhan Disaster 2. Namun, Handoko tak bisa mengonfirmasi apakah hasil temuan BRIN sama dengan apa yang disampaikan tim PDFI Jawa Timur.

Sebelumnya, Nabil menyebut hasil autopsi korban Tragedi Kanjuruhan tak ditemukan kandungan gas air mata. Temuan itu berdasarkan hasil uji toksikologi yang dilakukan timnya.

“Kami tidak bisa berkomentar karena kami kurang tahu sampel yang dianalisa di BRIN itu apakah sampel dari korban yang sama,” tandasnya.