Cerita Pelatih Arema U-13 yang Pernah Diteror Charis Yulianto

Cerita Pelatih Arema U-13 yang Pernah Diteror Charis Yulianto

Bergabungnya Charis Yulianto sebagai asisten pelatih Arema musim 2020 mendadak menguak sebuah kisah di sudut kenangan pelatih Arema U-13, Dicky Firasat. Ternyata, semasa masih menjadi pemain, Dicky pernah diteror oleh Charis.

Kedua pemain itu pernah satu tim di Arema pada musim 2011-2012, yang merupakan musim terakhir Charis menjadi pesepak bola profesional. Namun, membicarakan tentang Charis, menurutnya malah bukan kisah ketika mereka sama-sama membela skuad Singo Edan yang paling diingatnya.

Saat masih pertama kali menjadi pesepak bola profesional dan bermain di Persib Bandung, Dicky pernah terlibat duel dengan Charis yang dua tahun lebih tua dan waktu itu membela PSM Makassar.

“Sebagai pemain muda, karakter bermain selalu bergerak. Dia menghampiri saya dan langsung mendorong, terjadi kontak badan yang lumayan keras. Sambil mengepalkan tanganya, dia bilang, ‘kamu diam, jangan banyak lari-lari’. Jujur mental saya langsung down,” kisah Dicky kepada WEAREMANIA.

Tahu Karakter Aslinya Setelah Kumpul di Persela

Sekitar lima-enam tahun berselang, Dicky Firasat berkumpul satu tim dengan Charis Yulianto di Persela Lamongan, tepatnya pada tahun 2010. Di situlah baru diketahuinya karakter asli pria asal Blitar tersebut.

Diakuinya, ketika di lapangan, Charis merupakan sosok yang keras. Namun, setelah bermain satu tim, disadarinya ternyata tersimpan jiwa yang humoris di balik sosoknya yang keras di lapangan.

“Yang paling berharga, waktu itu dia sangat peduli pada pemain muda. Dia selalu memberikan pembelajaran positip untuk para pemain muda,” imbuh pelatih yang pensiun di Persiba Bantul pada musim 2016 itu.

Karakternya Cocok untuk Melatih Arema

Dicky Firasat mengagumi jiwa kepemimpinan Charis Yulianto semasa menjadi kapten tim Arema musim 2011-2012. Karenanya, eks asisten pelatih Borneo FC musim lalu itu dinilainya cocok melatih Arema musim depan.

“Menurut saya dia sosok pekerja keras, disiplin, dan memiliki jiwa seorang pemimpin. Dia sangat memahami karakter Arema. Saya kira dia cocok masuk dalam tim kepelatihan Arema. Semoga dia bisa membawa Arema lebih sukses ke depannya,” pungkasnya.