Cristian Gonzales dan Keluarganya Berziarah Doakan Korban Kanjuruhan Disaster 2

Cristian Gonzales mendatangi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (23/10/2022) siang bersama keluarga besarnya. Mereka berziarah mendoakan korban Kanjuruhan Disaster 2.

Datang sekira pukul 11.00 WIB, mereka menuju ke Pintu 13. Gonzales yang didampingi sang istri, Eva Siregar, anak-anaknya Amanda, Nando, dan Vanessa, memanjatkan doa, meletakkan karangan bunga di Pintu 13 dan patung kepala singa.

Pemain yang akrab disapa El Loco itu pertama kali mendengar kabar tragedi tersebut dari cerita anaknya. Awalnya mantan pemain Arema tahun 2013-2017 itu mengaku tak percaya.

“Sampai sekarang tidak percaya bisa terjadi seperti itu. Saya pikir itu gosip dari media, karena saya tahu Arema lawan Persebaya. Alhamdulillah, saya lama main di Arema, ini rumah kedua saya, waktu saya main di sini tidak pernah terjadi sepeti ini,” kata Gonzales.

Gonzales menyimpan harapan besar atas tragedi di Stadion Kanjuruhan ini. Pemain berusia 46 tahun itu menyinggung soal fanatisme sepak bola Indonesia.

Saat masih bermain di Arema, Gonzales mengaku banyak memiliki kenangan dengan para pendukung Arema. Momen yang tak terlupakannya saat Arema juara Piala Presiden 2017.

“Harapan saya ini pertama dan terakhir. Sepak bola ini kan hiburan masyarakat. Apalagi fans Indonesia itu fanatik,” imbuhnya.

Doakan Korban Kanjuruhan Disaster 2, Cristian Gonzales Bertemu Keluarga Korban Kanjuruhan Disaster 2

Usai berdoa di Pintu 13, Gonzales dan keluarganya bertemu salah satu keluarga korban Kanjuruhan Disaster 2. Yang ditemuinya keluarga Daffa Fakhruddin, Aremania Kampung Biru, Kota Malang yang kebetulan sedang berada di lokasi.

Istri Gonzales, Eva menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada bapak, bibi dan adik korban yang hadir. Mereka dimintanya bersabar, ikhlas dan cepat bangkit.

Devan, adik mendiang Daffa menerima jersey dari keluarga Gonzales sebagai ungkapan bela sungkawa. Eva pun menyampaikan pesan-pesan agar Devan dan keluarga tetap bersemangat.

“Waktu dengar kabar tragedi ini perasaan saya hancur lah. Saya sedih karena saya lihat tangisan-tangisan di media sosial begitu luar biasa. Saya tak bisa komen apa-apa, yang tahu hati saya seperti kehilangan keluarga,” ujar Eva.

Wanita asal Medan itu berharap luka semua Aremania Aremanita segera terobati. Harapannya sepak bola maju lagi, makin tenang, makin jaya, dan tidak ada tetes tangisan lagi,

“Apapun itu kita selalu ikhlas. Saya selalu mendoakan Aremania Aremanita kuat, sabar. InsyaAllah dengan doa ini bisa kembali lagi, karena sepak bola di sini hiburan masyarakat, singa akan kembali lagi secepatnya,” tandasnya.