Demi Keadilan, Javier Roca Ingin Liga 1 2022-2023 Putaran Kedua Tak Pakai Sistem Bubble To Bubble

Javier Roca ingin Liga 1 2022-2023 pakai sistem bubble to bubble cukup sampai akhir putaran pertama saja. Pelatih Arema itu ingin PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengembalikan sistem home-away di putaran kedua nanti demi keadilan.

Pelatih asal Chile itu mengaku setuju jika ada yang menyebut sistem bubble to bubble dan tanpa penonton tidak adil bagi 17 klub peserta lainnya selain Arema. Sebab, merka kehilangan kesempatan tampil sebagai tuan rumah dan ditonton suporternya.

Sistem bubble to bubble digunakan PT LIB usai kasus Kanjuruhan Disaster 2 terjadi. Padahal, di saat yang bersamaan, imbas kasus itu, Arema harus menerima sanksi laga usiran tanpa penonton sejauh 250 km dari kandangnya.

“Untuk kebaikan sepak bola, sebenarnya menurut saya pribadi seharusnya balik lagi ke sistem home away,” kata Roca.

Tidak Bisa Banyak Berharap Terhadap Sistem Liga 1 2022-2023 Putaran Kedua

Roca menegaskan, pihaknya ingin fokus menyelesaikan Liga 1 2022-2023 putaran pertama dulu, baru memikirkan bagaimana putaran kedua nanti. Yang pasti, pihaknya tak bisa banyak berharap terhadap perubahan sistem yang digunakan.

Pelatih berusia 45 tahun itu menyerahkan segala keputusan kepada PT LIB dan PSSI. Seperti yang dikatakan direksi klub, Arema siap mengikuti apapun yang menjadi keputusan federasi dan operator kompetisi.

“Kalau saya pribadi, harapannya kita ikuti saja, karena kita sudah kena sanksi, kalau kita punya banyak harapan nanti kita kecewa,” pungkasnya.