Dispora Kabupaten Malang Tidak Keluarkan Perintah Pembongkaran Pagar Tribune Stadion Kanjuruhan

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang ternyata tidak mengeluarkan perintah untuk pembongkaran pagar tribune Stadion Kanjuruhan. Mereka bahkan sudah melaporkan kasus ini kepada Polres Malang.

Pembongkaran pagar itu terpantau sejak Senin (28/11/2022) lalu. Hal itu diketahui dari masuknya sejumlah pekerja ke dalam stadion yang jadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kanjuruhan Disaster 2 itu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispora Kabupaten Malang, Nurcahyo membenarkan laporan pihaknya kepada Polres Malang. Laporan itu terkait perusakan barang atau aset negara.

“Dispora telah mengirimkan laporan ke Polres Malang, atas terjadi pembongkaran sarana yang ada di dalam stadion. Kami sebagai pengelola barang (stadion Kanjuruhan) sangat kaget, tiba-tiba banyak tenaga kerja dari luar yang melakukan pembongkaran atas sarana stadion,” kata Nurcahyo, dikutip MVoice.

“Kami tidak pernah dan juga tidak ada surat keluar untuk lakukan pembongkaran.”

Pembongkaran Pagar Tribune Stadion Kanjuruhan Menyeret Nama Pengusaha Besi Tua dari Surabaya

Dari laman yang sama, diperoleh informasi pula jika pembongkaran pagar tribune Stadion Kanjuruhan ini menyeret nama pengusaha besi tua asal Surabaya. Pengusaha itu disebut-sebut yang bakal meborong besi bongkaran stadion.

Hal itu diketahui dari pria berinisial HA yang merupakan pemilik CV Anam Jaya Teknik (AJT). CV yang beralamat di Kota Malang itu bertindak sebagai pelaksana lapangan pembongkaran.

CV ini juga mencatut nama pengusaha yang paling berpengaruh di Malang Raya berinisial IK, yang sekaligus PT ACA. Namun, dari hasil pengakuan yang bersangkutan kepada Bupati Malang, HM Sanusi, pihaknya tidak terlibat dalam kasus tersebut.

“Dia tidak terlibat dalam kasus pembongkaran pagar pembatas, dia tidak ikut-ikut. Lebih detailnya tanya langsung kepada Kadispora, yang jelas tidak ada keterlibatan pada nama yang disebut oleh pelaku,” kata Sanusi.