Ditahan Imbang Kalteng Putra, Milo Ungkap Masalah Arema

Ditahan Imbang Kalteng Putra, Milo Ungkap Masalah Arema
Milomir Seslija (C) DANI KRISTIAN

Pelatih Milomir Seslija ungkap masalah Arema usai ditahan imbang Kalteng Putra di pekan ke-30 Liga 1 2019, Minggu (1/12/2019) sore. Bermain di hadapan publik Stadion Kanjuruhan Malang, skuad Singo Edan hanya mampu bermain seri 1-1.

Pada menit 9, gawang Arema sudah kebobolan lebih dahulu lewat tendangan bebas. Eydison Soares dengan eksekusi kaki kirinya mampu menjebol gawang Arema yang dijaga kiper Kartika Ajie.

Milo, sapaan akrab si pelatih, menyebut laga ini penting untuk kedua tim. Arema berpeluang menyodok ke peringkat kedua klasemen sementara jika mampu menang, sedangkan Kalteng tengah berjuang mencari poin penuh demi beranjak dari zona degradasi.

“Sebenarnya, kami memulai babak pertama dengan baik, tapi kami kebobolan lewat tendangan bebas. Kami berusaha membalas, tapi tak ada lagi yang bisa kami lakukan, karena mereka bertahan dengan bagus. Kami miskin kreativitas, dan punya masalah pada umpan terakhir,” kata Milo dalam sesi jumpa pers usai laga.

Babak Kedua Lebih Bagus

Milomir Seslija menilai masalah Arema sedikit teratasi di babak kedua. Penampilan skuad Singo Edan menurutnya juga lebih bagus ketimbang babak pertama.

Dendi Santoso mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat golnya di menit 54. Sebuah umpan tarik Makan Konate mampu disundulnya dengan baik ke gawang Kalteng tanpa sanggup dihadang kiper Reky Rayahu.

“Di babak kedua kami bermain lebih bagus. Ada gol bagus yang membuat skor menjadi 1-1. Hasil imbang ini mengecewakan, tapi di sepak bola apa pun bisa terjadi,” kilahnya.

Sudah Mencoba Opsi

Pada babak kedua, Milomir Seslija memaksimalkan tiga pergantian pemain di laga melawan Kalteng Putra ini. Rifaldi Bawuo, Ahmad Nur Hardianto dan Ridwan Tawainella dimasukkan menggantikan Sylvano Comvalius, Riky Kayame, dan Takafumi Akahoshi.

“Di laga ini, kami sudah mencoba opsi yang ada, Makan Konate, Hendro Siswanto, Takafumi Akahoshi. Kami juga melakukan tiga pergantian pemain untuk mengubah situasi di lapangan. Tapi kali ini memang lawan sejak awal lebih pintar merusak ritme permainan kami,” pungkas pelatih 55 tahun tersebut.