Dituding Menjual Pertandingan, GM Arema: Alhamdulillah, Dosa Berkurang

Dituding Menjual Pertandingan, GM Arema: Alhamdulillah, Dosa Berkurang
Ruddy Widodo (C) DANI KRISTIAN

Usai kalah 3-4 di kandang Perseru Badak Lampung pekan lalu, tim Arema banyak dituding menjual pertandingan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Tanpa merisaukan hal itu, General Manager Arema, Ruddy Widodo malah bersyukur dosanya berkurang.

Bukan cuma manajemen tim Arema yang dituding ‘menjual’ pertandingan saat melawan Badak Lampung. Penggawa Singo Edan pun dapat fitnahan dinilai bermain tanpa semangat untuk menang.

Ruddy mengaku santai dan tak merasa risau dengan tudingan-tudingan terhadap pihaknya maupun ke pemain Arema. Sebab, manajer berkaca mata itu merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan dan difitnahkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab tersebut.

“Kalau saya pribadi tidak merasa risau, karena saya tidak seperti yang dituduhkan. Saya pikir pelatih dan pemain juga demikian. Tak peduli omongan orang, yang terpenting kami tidak melakukan apa yang dituduhkan. Itulah seninya sepak bola, jika diambil sisi positifnya tentu dosa kita berkurang, dan dosa mereka bertambah,” kata Ruddy.

Sudah Risiko di Dunia Sepak Bola

Menurut Ruddy, dituding menjual pertandingan bukanlah hal baru. Manajer asal Madiun itu menilai hal tersebut sebagai salah satu risiko bekerja di dunia sepak bola.

Kalau bekerja di bengkel menurutnya pasti akan terkena oli, begitu pula kalau bekerja sebagai peternak pastilah terkena kotoran hewan ternak. Setiap pekerjaan, apa pun dan di mana pun itu pasti ada risikonya.

“Sama halnya dengan kami para pelaku sepak bola, jika ada isu menyakitkan, menjual pertandingan lah, sengaja mengalah dari lawan lah. Pasti juga akan terkena imbasnya. Kalau tidak tahu bagaimana prosesnya lalu berkomentar negatif ketika hasilnya tidak sesuai keinginan memang enak,” imbuhnya.

Gaji Pemain Sepak Bola Tinggi

Ruddy meyakini pelatih atau pemain Arema pun bersih dari apa yang ditudingkan. Salah satu indikasinya adalah tingginya gaji pesepak bola, termasuk pelatihnya.

“Tanya saja ke pemain Arema, berapa gaji mereka? Saya yakin anak-anak juga tak terlibat, mana mungkin, buat apa juga, toh gaji pesepak bola itu tinggi, apalagi di Arema bonus (kemenangan)-nya juga besar. Masa ya mau disuruh mengalah?” tandasnya.