Dokter RS Wava Husada Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Kanjuruhan Disaster 2

Dokter Rumah Sakit Wava Husada, Harun Al Rasyid diperiksa tim penyidik Polda Jawa Timur di Polres Malang, Selasa (15/11/2022). Staf Direktur PT Abna Samanhudisautika Husada, pengelola RS Wava itu menjadi saksi kasus Kanjuruhan Disaster 2.

Penasihat Hukum Harun, Bhakti Riza Hidayat mengatakan, pemeriksaan kliennya itu terkait RS Wava yang banyak menangani korban tragedi tersebut. Menurutnya, dokter yang juga dosen Fakultas Kedoteran Universitas Brawijaya Malang itu sengaja meminta diperiksa di Polres Malang karena kesibukannya.

Nama Harun dijadikan saksi tambahan setelah berkas kasus tragedi Kanjuruhan ini berstatus P19 atau dikembalikan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur karena dianggap kurang lengkap. Tim penyidik Polri pun melakukan pengembangan penyidikan untuk melengkapinya.

“Dokter Harun ini satu perwakilan pimpinan Rumah Sakit Wava Husada yang saat itu banyak menangani korban tragedi Kanjuruhan. Pemeriksaannya berkaitan juga dengan penambahan pemberkasan Polda Jatim yang sebelumnya dikembalikan oleh Kejati,” kata Bhakti.

Jadi Saksi Kasus Kanjuruhan Disaster 2, Dokter Harun Al Rasyid Diperiksa 6 Jam

Harun Al Rasyid diperiksa di Polres Malang selama kurang lebih enam jam mulai pukul 10.00 WIB sampai 16.00 WIB. Bhakti menyebut ada sekitar 33 pertanyaan yang disampaikan tim penyidik Polda Jatim kepada kilennya.

“Pertanyaannya seputar pandangan beliau dalam kapasitasnya sebagai dokter, pengetahuannya seputar penyebab kematian pada korban tragedi Kanjuruhan, penanganan korban di Rumah Sakit Wava Husada saat itu, sekaligus jumlah korban yang dirawat di sana,” imbuhnya.

Ditambahkannya, proses introgasi berjalan lancar di mana seluruh pertanyaan bisa dijawab oleh Harun sebagai saksi. Bhakti pun memastikan tak ada intimidasi atau sejenisnya kepada kliennya dalam pemeriksaan yang dilakukan tiga petugas dari Polda Jatim itu.

“Informasinya, selain dokter Harun, ada 12 dokter lainnya yang diperiksa pasca-P19 ini. Prosesnya berjalan santai dan landai,” pungkasnya.