Dokter Tim Arema Bicara Soal Over Training yang Dialami Pemain

Dokter Tim Arema, Nanang Tri Wahyudi bicara soal over training yang dialami pemain. Masalah ini yang menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) Javier Roca saat ditunjuk sebagai pelatih kepala anyar Arema di Liga 1 2022-2023.

Roca sempat mengakui jika tak mudah mendapatkan warisan skuad yang punya masalah kelelahan, baik karena latihan maupun bertanding. Dokter Nanang mengamini dua penyebab utama over training tersebut.

Selain over training, ada pula masalah over used. Bedanya, over used ini situasi di mana pemain Arema terlalu sering bermain dengan jeda recovery yang tidak ideal tanpa rotasi.

“Over used atau over training itu otot dipakai berlebihan, kerja keras yang tidak diimbangi dengan recovery yang cukup. Ibaratnya taxi yang dipakai narik terus tapi tidak sempat diservis,” kata dokter Nanang kepada WEAREMANIA.

Solusi Javier Roca untuk Over Training yang Dialami Pemain Arema

Dokter Nanang mendukung langkah Javier Roca yang coba mengatasi masalah over training ini dengan mengubah durasi latihan Arema. Menurutnya, itu solusi yang terbaik saat ini.

Awalnya, Arema berlatih dengan durasi mulai dari dua jam atau lebih, sehingga Roca memutuskan untuk mengubahnya menjadi satu jam saja. Sebagai penyeimbang, intensitas dalam sesi latihan dibuat lebih tinggi dengan selingan materi latihan yang menyenangkan.

“Saya lihat pelatih sudah berusaha memodifikasi program latihan, harapannya dengan pola latihan yang berimbang antara intensitas dan recovery, risiko over used dan over training injury-nya berkurang,” imbuh dokter asal Magetan itu.

Berharap Korban Tak Bertambah

Masalah over used dan over training ini sempat menimpa sejumlah pemain inti Arema yang akhirnya terkapar cedera. Dokter Nanang berharap korban tak bertambah banyak.

“Pemain lain yang sejauh ini masih selamat, bukan berarti daya tahannya lebih bagus dari pemain yang sudah mengalami cedera karena over training ini. Pemain yang cedera ini kemungkinan bekerja lebih keras di semua pertandingan, tanpa rotasi pemain, dan jeda antar pertandingan yang singkat,” tandasnya.