Dua Bek Anyar Semarakkan Persaingan di Lini Belakang Arema

Dua Bek Anyar Semarakkan Persaingan di Lini Belakang Arema
Syaiful Indra (C) DANI KRISTIAN

Manajemen Arema baru saja mendatangkan dua bek anyar, Syaiful Indra dan Nurdiansyah. Kehadiran mereka berdua ternyata dinilai bakal menambah semarak persaingan di lini belakang Arema.

Usai musim 2019 berakhir, Arema memang mencoret lima pemain belakang, yakni Hamka Hamzah, Arthur Cunha, Ikhfanul Alam, Rachmat Latief, dan Ricky Ohorella. Satu nama bek kanan, yakni Agil Munawar yang sedang dalam pemulihan cedera masih belum diputuskan nasibnya.

Hadirnya Indra dan Nurdiansyah menyusul Bagas Adi Nugroho dan Ganjar Mukti, dua bek yang sudah lebih dahulu didatangkan Arema. Mereka melengkapi dua bek lawas yang dipertahankan, yakni Alfin Tuasalamony dan Johan Farizi.

“Kami sudah belajar dari pengalaman musim lalu, waktu itu kedalaman skuad kami kurang begitu bagus, terutama di lini belakang. Kehadiran Indra dan Nurdiansyah tentu membuat skuad kami semakin komplet,” ujar asisten pelatih Arema, Kuncoro, kepada WEAREMANIA.

Menumpuk Bek Kanan, Ada Apa?

Alfin Tuasalamony menjadi satu-satunya bek kanan yang tersisa dari skuad Arema musim 2019 lalu. Namun, manjaemen Arema mendatangkan dua bek kanan tambahan, yakni Ganjar Mukti dan Syaiful Indra.

Kemampuan Indra dan Ganjar di posisi bek kanan tak perlu diragukan lagi. Kuncoro menyebut, mantan pemain PSIM Yogyakarta itu bakal menjadi pesaing serius bagi Alfin.

“Rencananya, Indra akan kami plot sebagai bek kanan. Memang ada sejumlah pemain lain, seperti Ganjar yang bisa bermain di posisi tersebut, namun itu bukanlah posisi aslinya,” imbuh pelatih asli Gondanglegi, Kabupaten Malang itu.

Nurdiansyah atau Bagas?

Di posisi stopper, saat ini Arema punya Nurdiansyah dan Bagas Adi. Salah satu dari mereka bakal berduet dengan seorang stopper asing asal Uruguay yang dikabarkan sudah deal, mengawal lini belakang Arema.

“Saya lihat Nurdiansyah sukses menunjukkan permainan luar biasanya musim lalu. Lihat saja ketika bermain bersama Borneo FC melawan Arema. Meski usianya tergolong masih muda, dia berani tampil ngeyel dan mampu mematikan lini depan Arema. Harapannya ia bisa membuat lini belakang Arema semakin kuat,” tegas Kuncoro.