Duo Penyerang Asing PSIS Jadi Perhatian Pelatih Kiper Arema

Duo Penyerang Asing PSIS Jadi Perhatian Pelatih Kiper Arema
Yanuar Hermansyah, Pelatih Kiper Arema (C) DANI KRISTIAN

Duo penyerang asing PSIS Semarang, Claudir Marini dan Bruno Silva berpotensi merepotkan kiper Arema di laga pekan ke-31 Liga 1 2019, Minggu (8/12/2019) sore di Stadion Moch Soebroto Magelang. Mereka menjadi perhatian khusus pelatih kiper Arema, Yanuar Hermansyah.

Kedua penyerang asal Brasil itu kerap menjadi andalan lini depan PSIS, terutama di putaran kedua. Sementara ini, Marini sudah melesakkan tiga gol, sedangkan Silva dua gol.

Meski menaruh perhatian khusus pada Marini dan Silva, Yanuar menegaskan kiper Arema yang dipasang di laga nanti tak hanya fokus pada keduanya. Segala kemungkinan tetap harus diwaspadai oleh Kartika Ajie ataupun Utam Rusdiyana.

“Kami sudah mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, bisa dari tembakan langsung, satu lawan satu, atau lainnya. Kalau agak menyamping bisa true pass, dekat garis gawang bisa cut back. Dalam sesi latihan sudah benar-benar kami siapkan antisipasinya,” ungkap pelatih yang akrab disapa Begal ini.

Berharap Pemain Bertahan Tampil Maksimal

Begal tak hanya membekali kiper-kiper Arema untuk mengantisipasi duo penyerang asing PSIS Semarang, Claudir Marini dan Bruno Silva. Pemain bertahan Arema juga diharapkannya bisa tampil maksimal di laga ini.

Celakanya, di posisi stopper, Arema harus kehilangan duet Arthur Cunha dan Hamka Hamzah yang absen secara bebarengan. Arthur tak bisa dimainkan karena terkena akumulasi kartu, sedangkan Hamka menepi untuk memulihkan cedera hamstringnya.

“Mungkin situasinya nanti dua penyerang asing PSIS tidak akan membahayakan kalau organisasi pertahanan Arema berjalan bagus. Saya yakin tidak akan terjadi suatu kombinasi serangan dari PSIS,” imbuhnya.

Waspadai Bola Mati

Begal juga mewaspadai Claudir Marini dan Bruno Silva yang kerap menjadi eksekutor bola mati PSIS Semarang. Lewat tendangan bebasnya, Marini menggagalkan kemenangan Arema di putaran pertama lantaran memaksakan hasil imbang 1-1 di Malang.

“Saya sudah membahas eksekusi bola mati PSIS ini dengan kiper-kiper Arema. Terutama untuk masalah pagar, kiper juga berhak mengatur. Posisi berdirinya kiper juga harus tepat,” pungkas pria asli Malang ini.