Eduardo Almeida Menyebut Kutukan Manahan Sebagai Masa Lalu Arema

Eduardo Almeida menyebut kutukan Stadion Manahan Solo sebagai masa lalu Arema. Pelatih Arema itu akan menghadapi kutukan tersebut di laga melawan Persija Jakarta di Liga 1 2021-2022 Pekan 7, Minggu (17/10/2021), pukul 18.15 WIB.

Kutukan itu membuat Arema tertimpa kesialan sehingga gagal menang. Terbaru, skuad Singo Edan gagal total di Piala Menpora 2021 di stadion tersebut.

Tak dimungkirinya, memang penting sesekali menengok ke masa lalu untuk melihat beberapa hal. Namun, pelatih asal Portugal itu menegaskan, jangan cuma fokus terhadap apa yang terjadi dan dialami di masa lalu.

“Janganlah terlalu fokus kepada masa lalu. Kita harus fokus ke masa depan. Saya pikir ini laga yang berbeda dari sebelumnya, ini musim baru, laga yang baru. Apapun yang terjadi di masa lalu, kita harus melakukan yang terbaik buat masa depan,” kata Almeida.

Lupakan Masa Lalu Arema, Eduardo Almeida Fokus Hadapi Persija

Eduardo Almeida tak mau masa lalu di Stadion Manahan, Solo yang cukup menyesakkan dalam sejarah Arema itu terus berlanjut di laga melawan Persija Jakarta. Karenanya, kemenangan menajdi target utamanya.

Sejatinya, Arema juga pernah sekali mengalahkan Persija di stadion yang sama pada ajang Trofeo Bhayangkara Cup 2017 lalu. Saat itu, Arema menang 1-0 atas Persija, dan bermain imbang 0-0 dengan Bhayangkara FC, sehingga berhak menajdi juara.

“Kami sudah melakukan analisis dan melihat seperti apa kekuatan juga kelemahan Persija. Tapi, laga kali ini pasti akan berbeda dari sebelumnya,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.