Eduardo Almeida Tak Anggap Warning Manajemen Arema Sebagai Tekanan

Eduardo Almeida tak anggap warning manajemen Arema sebagai tekanan jelang lanjutan Liga 1 2021-2022 Pekan 4 melawan PSIS Semarang, Sabtu (25/9/2021), pukul 21.00 WIB. Pelatih Arema itu mengaku tak terbebani saat menyiapkan timnya.

Sebelumnya, manajemen klub sudah mengambil langkah tegas dengan memberikan peringatan kepada pelatih asal Portugal itu. Hal tersebut tak lepas dari raihan Arema yang tercecer di peringkat 14 dengan dua poin hasil dari dua kali imbang dan sekali kalah di awal kompetisi.

Bisa jadi, laga melawan PSIS ini akan menjadi pertaruhan nasib Almeida di kursi panas pelatih kepala Arema. Jika kembali meraih hasil negatif, tentu nasib buruk bakal menimpa mantan pelatih Semen Padang tersebut.

“Saya tidak pernah menganggapnya sebagai tekanan. Saya melakukan pekerjaan saya sebagai pelatih setiap hari dengan profesional,” kata Almeida.

Eduardo Almeida Tak Anggap Keharusan Menang Sebagai Beban

Jika ingin memuaskan Aremania yang mulai menggoyang kedudukannya sebagai pelatih kepala, Eduardo Almeida harus membawa Arema menang atas PSIS Semarang. Sesulit apapun itu, pelatih berusia 43 tahun ini tak menganggap keharusan menang itu sebagai beban.

Meski tak mudah, bukan perkara mustahil bagi Arema bia mengalahkan PSIS sang pemuncak klasemen sementara. Menurutnya, kuncinya pemain harus fokus ke pertandingan.

“Saya harap kami bisa menang, tapi saya tidak bisa mengubah takdir apa yang sudah tertulis di masa depan. Jika kalah, manajemen tentu akan mengambil keputusan yang mereka inginkan. Tapi, seorang Eduardo Almeida, pelatih yang selalu bekerja dengan profesional dan fokus dalam 20 tahun terakhir, tentu tidak akan menyerah begitu saja karena hasil pertandingan,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.