Gaya Main Malangan Terkendala Fisik, Javier Roca: Pemain Arema Harus Pintar

Javier Roca menyadari saat ini gaya main Malangan yang diterapkannya masih terkendala fisik pemain. Karenanya, pelatih asal Chile itu meminta pemain Arema harus pintar.

Untuk bisa tampil menekan lawan dengan high pressing memang dibutuhkan fisik dan stamina prima. Namun, hal itu cuma bisa dilakukan Arema selama babak pertama saja, seperti saat kalah 1-2 dari Persib Bandung pekan lalu.

Berkaca dari sini, Roca mencoba membenahi masalah fisik tersebut. Namun, yang terpenting menurutnya, ide dari permainan Malangan itu sendiri sudah tertanam dalam mindset pemain Arema.

“Sekarang tinggal fisiknya mulai diatur. Saya mengerti tidak ada klub atau pemain di dunia bisa melakukan high pressing selama 90 menit. Di situlah pemain harus pintar, terutama untuk mengatur tempo permainan. Kita tidak bisa menyerang dan bertahan dalam satu ritme,” kata Roca.

Pemain Arema Harus Pintar dan Lebih Efisien Bermain

Javier Roca sudah menemukan cara agar hemat tenaga saat menerapkan high pressing ini. Menurutnya, hal itu bisa diterapkan jika pemain lebih pintar dalam menguasai zona di lapangan.

Pelan-pelan, ode itu dibagikannya kepada pemain dalam sesi latihan, dan saat melihat video bersama. Dalam pendekatan personal kepada pemain, pelatih berusia 45 tahun itu pun berusaha menyampaikannya.

“Harusnya ide itu sudah mulai masuk (ke pikiran pemain). Paling tidak, kita lakukan pressing dalam satu zona tertentu selama mungkin,” imbuhnya.

Tidak Merisaukan Kebutuhan Playmaker Khusus

Untuk mengatur tempo dan ritme permainan kapan menyerang, atau menguasai bola, identik dengan sosok playmaker. Namun, Javier Roca tak terlalu merisaukan hal tersebut, meski Arema sejatinya punya sosok Evan Dimas yang bisa diperankan di sana.

“Sebenarnya, bukan cuma playmaker saja yang bisa mengatur tempo, semua pemain bisa melakukannya. Tapi, saya tidak mau pikirkan lebih jauh, saya manfaatkan pemain yang ada, saya tidak mau pusing,” pungkasnya.