Gethuk Tanggapi Kritikan pada Sylvano Comvalius

Gethuk Tanggapi Kritikan pada Sylvano Comvalius
Sylvano Comvalius (C) DANI KRISTIAN

Joko Susilo ikut angkat bicara menanggapi kritikan pada striker Arema, Sylvano Comvalius. Sebagai mantan striker Arema di era Galatama, pria yang akrab disapa Gethuk itu punya penilaian tersendiri terhadap si pemain.

Menurutnya, setiap striker punya karakter dan kemampuan masing-masing. Saat bermain di sebuah tim, tergantung bagaimana si striker itu beradaptasi dengan taktik yang dimainkan di timnya, atau timnya yang justru beradaptasi dengan karakter si striker. Makanya, wajar jika di liga dunia striker A sukses di sebuah tim, tapi tidak sukses di tim lain.

Seperti diketahui, meski menyumbang tujuh assist, terbanyak bersama rekan satu timnya, Makan Konate, Comvalius tetap akrab dengan kritikan dari Aremania. Torehan empat golnya sejauh ini dianggap terlalu minim untuk seorang striker mantan top skor.

“Saya rasa Comvalius memiliki kualitas yang bagus, terbukti pernah menjadi top skor Liga 1 2017. Kalau pun ada kekurangan, pasti tim pelatih Arema lebih tahu, bagaimana memadukan chemistry antara cara bermainnya dengan cara bermain tim Arema. Saya masih yakin Comvalius mampu menunjukkan yang terbaik,” kata Gethuk.

Pengaruh Perubahan Peran

Joko Susilo juga tertarik mengomentari perunahan peran Sylvano Comvalius yang tadinya seorang striker targetman, yang diubah menjadi striker yang lebih bergerak melebar, menahan bola, bahkan mengirimkan crossing. Menurutnya, positif atau tidaknya perubahan peran itu tergantung bagaimana menyikapinya.

Gethuk menyebut, perubahan peran itu bisa jadi positif untuk kepentingan tim, karena siapa tahu target tim yang penting menang, tak peduli siapa yang mencetak gol. Namun, bagi si pemain, menurutnya bisa jadi hal tersebut berpengaruh pada produktivitas golnya.

“Tentunya, sebagai pengamat yang cerdas, kita harus bisa melihat peran Comvalius. Apa memang kontribusinya nol, atau masih ada,” imbuh pelatih asal Cepu itu.

Prioritaskan Tim Menang Dulu

Kalau ditanya kualitas striker dilihat dari jumlah golnya, Joko Susilo setuju karena gol adalah kebutuhan individu seorang striker. Namun, Gethuk bisa tidak setuju kalau yang diprioritaskan adalah tim harus menang dulu.

“Kalau menang terus dan tim bisa juara, sekalipun striker tidak mencetak gol kan tidak masalah. Kalau striker cetak gol tapi tim tidak menang kan jadi masalah. Itu pilihan yang selalu membuat berdebat. Yang ideal memang striker andalan mencetak gol dan tim menang,” pungkas asisten pelatih Timnas Indonesia tersebut.