Hanif Sjahbandi Lebih Beruntung dari Kartika Ajie

Hanif Sjahbandi Lebih Beruntung dari Kartika Ajie
Hanif Sjahbandi (C) DANI KRISTIAN

Meski sama-sama mengalami cedera di latihan perdana Arema di masa pandemi covid-19, Senin (3/8/2020) lalu, Hanif Sjahbandi lebih beruntung dari Kartika Ajie. Dikatakan demikian, karena kondisi cederanya tak begitu parah.

Kartika Ajie dipastikan harus menepi hingga akhir musim karena cedera lututnya. Sebab, kiper Arema itu disarankan menjalani operasi dan proses pemulihannya butuh waktu kurang lebih sembilan bulan.

Dari hasil MRI dan pemeriksaan dokter tim Nanang Tri Wahyudi, ada masalah pada ACL-nya. Sport Therapist Arema, David Setiawan menyebut, hingga kini statusnya masih menunggu hasil konsultasi dengan dokter orthopedi untuk tindak lanjut apakah perlu operasi atau tidak.

“Kalo Hanif, Alhamdulilah aman tidak ada masalah serius di ankle-nya. Dia sudah bisa berjalan normal, cuma bengkanya masih ada sedikit. Rabu (12/8/2020) nanti adalah fase kedua, mulai masuk fase penguatan otot. Kalau untuk angkel tidak harus ke gym, bisa di manapun memakai karet terapi,” kata David kepada WEAREMANIA

Hanif Sjahbandi Lebih Cepat Pulihnya

David Setiawan menejelaskan, dari hasil observasi dokter, Hanif Sjahbandi butuh waktu sekitar dua pekan untuk kembali ke lapangan. Namun, kalau melihat progresnya, bisa-bisa lebih cepat dari perkiraan tim medis Arema.

Sementara, Ajie saat ini diharuskan istirahat total sambil menunggu bengkak pada lututnya berkurang. Sejauh ini, David tidak bisa memberikan banyak tritmen terapi, hanya berupa kompres es saja sambil menunggu keputusan dokter orthopedi soal kemungkinan naik ke meja operasi.

“Kesulitannya untuk cedera Ajie ini ada bengkak di lututnya. Jadi kami harus menunggu bengkaknya berkurang sebelum melakukan tindakan. Tapi kalau dislokasinya sudah kami normalkan sejak sesaat waktu kejadian,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.