Hanya Prestasi yang Dapat Mengembalikan Reputasi Arema Pasca Kanjuruhan Disaster 2

Hanya prestasi yang dapat mengembalikan reputasi Arema pasca Kanjuruhan Disaster 2. Hal itu disampaikan Mantan Manager Kompetisi AFC, Mohd. Saifuddin, lewat diskusi zoom dengan manajemen Arema, Senin (21/11/2022).

Pria asal Malaysia itu menegaskan, untuk mengembalikan kepercayaan publik, termasuk Aremania sendiri, terhadap Arema, kuncinya adalah prestasi. Saifuddin menyebut, prestasi itu bisa diraih jika semua komponen sepak bola Malang Raya bangkit.

Menurutnya, semua harus saling membantu menjaga Arema agar tetap turut serta dalam kompetisi sepak bola Indonesia. Dengan tetap berkompetisi maka prestasi akan bisa diupayakan.

“Memang hanya dengan prestasi untuk mengatasi perkara ini. Semua harus kuat, baik klub, tim maupun penyokong (suporter). Klub memang sangat terbebani juga fansnya,” kata Saifuddin.

“Jangan tengok ke belakang, harus maju menatap harapan ke depan, ke arah future development for Arema.”

Mengembalikan Reputasi Arema Pasca Kanjuruhan Disaster 2 Dengan Program Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Saifuddin menambahkan, Arema harus punya program jangka pendek dan jangka panjang untuk pemulihan manajerial. Sebab, mantan Sekjen FAM itu menilai bahwa klub Arema punya beban berat terkait masalah ini.

Dalam pertemuan virtual itu, hadir pula anggota Tim Pemulihan Arema, Ronny Suhatril, dan Agus S. Sugianto SH. Sementara, dari Arema diwakili Manager Hubungan Internasional Fuad Ardiansyah, Manager Media Officer Sudarmaji, dan Sekretaris Tim Rahmat Taufik Hentihu.

“Jangka pendek bagaimana menunjukkan kepada banyak orang, bahwa manajemen meskipun menderita masih punya semangat dan kepercayaan untuk menghadapi lanjutan kompetisi,” imbuhnya.

Salah satu program jangka pendek manajemen Arema yang diapresiasi Saifudin adalah CSR melalui Crisis Center Arema untuk memberikan pertolongan kepada para korban Tragedi Kanjuruhan. Menurutnya, program itu juga bagus untuk meningkatkan mentality semua yang terlibat dalam sepak bola.

“Apalagi, Arema dilarang bermain di home base sendiri, serta tanpa dukungan fansnya. Sangat berat, tapi harus ditunjukkan dengan kuat,” sambungnya.

Harus Terbuka, Demi AFC Club Licensing

Saifuddin juga menyoroti periode proses verifikasi AFC Club Licensing tahun 2022 yang juga harus diikuti Arema. Sebelumnya, dalam lima tahun berturut-turut Arema mendapatkannya.

“Apalagi, sekarang periode klub di Indoensia akan menjalani Club Licensing. Arema boleh membuktikan kriteria kepada AFC bahwa tidak ada masalah untuk berjuang mendapatkan lisensi. Semua program jangka pendek ini harus aktual program,” tambahnya.

Saifudin menyarankan agar manajemen Arema sudah mulai membuka diri untuk bercerita kepada publik. Semua tentang apa yang dihadapi, apa yang sedang dikerjakan sebaiknya diceritakan.

“Baik untuk jangka pendek, maupun pembenahan rencana masa depan atau jangka panjangnya nanti,” tandasnya.