Hasil Autopsi Korban Kanjuruhan Disaster 2, Ketua PDFI Jawa Timur: Tanya Sama Penyidik

Hasil autopsi korban Kanjuruhan Disaster 2 sudah dituntaskan oleh tim dokter dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jawa Timur. Namun, sang Ketua, dokter Nabil Bahasuan meminta menanyakan langsung kepada tim penyidik Polri.

Nabil menolak membeberkan hasil autopsi dua jenazah putri Devi Athok yang dilakukan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Wajak tersebut. Alasannya, hasil autopsi tersebut merupakan bagian dari proses hukum.

Menurutnya, bukan hak tim dokter menyampaikan hasil autopsi dan pemeriksaan patologi forensik terhadap dua jenazah tersebut. Nantinya, hasil autopsi itu akan disampaikan oleh tim penyidik Polri.

Diketahui, sampel milik dua jenazah korban, yakni NDR (16) dan NDB (13) sebelumnya diambil dalam proses ekshumasi, Sabtu (5/11) lalu. Setelah itu, sample itu diteliti di laboratorium independen oleh Nabil dan timnya.

“Hasilnya menunggu pernyataan tim penyidik, tanya sama mereka saja. Biar mereka yang mengumumkan,” kata Nabil, seperti dikutip CNN Indonesia.

Kabid Dokkes Polda Jawa Timur, Kombes Erwinn Zainul Hakim juga mengaku belum mengetahui tentang hasil autopsi dua jenazah kakak beradik korban Tragedi Kanjuruhan itu. Pihaknya belum menerima berkas dari tim dokter PDFI.

“Setahu saya belum,” kata Erwinn, dikutip dari laman yang sama.

Keluarga Korban Juga Belum Menerima Hasil Autopsi Korban Kanjuruhan Disaster 2

Keluarga korban yang jenazahnya diautopsi, melalui pengacaranya, Imam Hidayat mengatakan juga belum mengetahui hasilnya. Pihak keluarga cuma diberi tahu bahwa prosesnya sudah rampung.

Dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, pada pasal perlindungan pasien disebutkan bahwa setiap orang berhak atas kerahasiaan kesehatan pribadinya. Namun, keluarga juga berhak mendapatkan hasil rekam medis, termasuk hasil autopsi.

“Keluarga sih sangat ingin tahu hasilnya, makanya nanti setelah dilimpahkan ke penyidik, mungkin kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan dan mengetahui hasil autopsi itu,” kata Imam secara terpisah.