Hasil Autopsi Korban Kanjuruhan Disaster 2 Tidak Sesuai Harapan, Tim Hukum Aremania Bersuara

Tim Hukum Tim Gabungan Aremania (TGA) bersuara soal hasil autopsi korban Kanjuruhan Disaster 2. Menurut mereka hasilnya tidak sesuai harapan dari keluarga korban.

Anggota Tim Hukum TGA, Anjar Nawan Yusky mengatakan, hasil yang tak sesuai harapan itu bermula dari sikap tim penyidik Polda Jawa Timur. Mereka dinilainya lamban dan cenderung tidak serius dalam menangani perkara Tragedi Kanjuruhan ini.

Menurutnya, seharusnya autopsi sejak awal bisa dilakukan pasca kejadian, 1 Oktober lalu. Toh, sesuai dengan Undang-undang, autopsi tak butuh syarat persetujuan keluarga dan mengharuskan permintaan dari korban.

“Kenyataannya, yang terjadi tim penyidik tidak ada inisiatif untuk melakukan autopsi saat itu. Kalau saja sejak awal serius menangani perkara ini, harusnya dari awal ada autopsi tanpa harus ada permintaan dari keluarga korban. Izin dari keluarga bukan persyaratan yang diatur Undang-undang,” kata Anjar.

Autopsi Korban Kanjuruhan Disaster 2 Penuh Rintangan

Selain hasil yang tak sesuai harapan, proses pengajuan autopsi oleh keluarga korban, DA atas kedua putrinya NDR (16) dan NDA (13) ini terbilang penuh rintangan. Sempat ada intimidasi verbal yang diterima bapak korban.

“Autopsi ini adalah atas dasar permintaan DA, itupun melalui proses yang panjang dan berbelit, sempat terjadi upaya-upaya intimidatif yang membuat keluarga merasa tertekan. Bahkan sempat mengurungkan niatnya dan mencabut permohonan autopsi,” imbuhnya.

“Proses yang lama ini tentu memengaruhi hasil autopsi juga, karena semakin lama kondisi jenazah korban yang dimakamkan akan memengaruhi hasil. Seperti yang disampaikan dokter, kondisi jenazah dalam pembusukan lanjut.”

Hasil Autopsi Tidak Mewakili Kondisi Seluruh Korban Kanjuruhan Disaster 2

Anjar menegaskan, hasil autopsi terhadap NDR dan NDA yang baru saja diumumkan tak mewakili kondisi seluruh korban Kanjuruhan Disaster 2. Karenanya, menurutnya, hasil ini jangan sampai menyurutkan semangat keluarga korban lainnya yang sedang berjuang menuntut keadilan.

“Hasil autopsi yang diumumkan tidak dapat menyimpulkan bahwa ratusan korban lainnya mengalami kondisi yang sama. Aremania dan keluarga korban jangan patah semangat,” tandasnya.