Hasil Investigasi Kanjuruhan Disaster 2 Versi PSSI

Investigasi Kanjuruhan Disaster 2 juga dilakukan oleh tim PSSI sejak Minggu (2/10/2022). Hasil dan perkembangannya disampaikan ke publik sepak bola Indonesia oleh Juru Bicara PSSI, Ahmad Riyadh.

Tim PSSI mendatangi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang untuk melakukan investigasi penyelenggaraan pertandingan. Seperti diketahui, tragedi ini terjadi usai laga Arema vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2022-2023 Pekan 11, Sabtu (1/10/2022) malam.

Riyadh menjelaskan, selain ke stadion, tim PSSI juga mendatangi rumah korban meninggal, korban yang dirawat di rumah sakit. Pihaknya juga sudah mewawancarai Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, Aremania, dan warga masyarakat secara acak.

“Kami melakukan investigasi penyelenggaraan pertandingan, mulai dari prapertandingan, pertandingan, dan pascapertandingan.

Investigasi Kanjuruhan Disaster 2 Pra Hingga Pasca Pertandingan

Riyadh pun membeberkan hasil investigasi penyelenggaraan pertandingan Arema vs Persebaya. Menurutnya secara umum pra hingga pascapertandingan berjalan baik.

“Papertandingan surat-menyurat semua proses berjalan dengan lancar sampai muncul surat rekomendasi kepolisian pada 29 September untuk dilaksanakan pada 1 Oktober. Pertandingan juga digelar mulai menit 1 sampai 45, lalu menit 45 sampai 90 berjalan aman, tidak ada kegiatan di luar LOTG (Law Of The Game), semua berjalan sesuai aturan,” imbuhnya.

“Dari menit 7 tambahan waktu, baru ada suporter di pojok tribune timur turun. Suporter turun ini kami wawancarai, bicara mau mengucapkan selamat. Tapi jelas itu pelanggaran, dan match steward terlambat untuk menghalau suporter untuk menghalau lagi.”

Menurutnya, ada pemukulan suporter yang masuk, yang memicu beberapa suporter lainnya masuk ke lapangan. Di situ keamanan turun tangan, langsung dengan menembakkan gas air mata.

“Kita di sini hanya sebatas investigasi pada pelaksanaan LOTG pertandingan, apakah sepanjang pertandingan bisa dilaksanakan dengan baik,” sambungnya.

“Kita menemukan ada fakta Panpel Arema tidak membuka pintu pada menit 80 pertandingan. Di sini ada kesalahan panpel yang sudah disidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.”