Jelang PSBB Malang Raya, Arema Minta Aremania di Rumah Saja

Dua Pemain Arema Diduga Reaktif Usai Jalani Rapid Test
Skuad Arema (C) DANI KRISTIAN

Jelang PSBB Malang Raya, tim pelatih dan pemain Arema minta Aremania tetap di rumah saja. Hal itu harus dilakukan untuk memutus mata rantai covid-19 (virus corona).

Ketiga Kepala Daerah di Malang Raya sudah sepakat mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar kepada Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementrian Kesehatan. Pemerintah Kota Malang bersama Pemerintah Kabupaten Malang siap menjakukan draf usulan PSBB karena meningkatnya jumlah pasien positif covid-19. Langkah itu didukung oleh Pemerintah Kota Batu, meski sementara ini jumlah pasien positif covid-19 di wilayahnya masih terkendali.

Sebelumnya, Kota Malang sudah mengajukan PSBB terlebih dahulu pada pertengahan April lalu. Namun, usulan penerapan PSBB itu ditolak karena Pemkot Malang dianggap belum siap. Seiring dukungan dari Pemkab Malang dan Pemkot Batu, ketiga Pemda di Malang Raya itu kembali mengajukan PSBB.

Sebagai bagian dari kebanggaan Malang Raya, Arema ikut mencegah persebaran covid-19. Karenanya, mereka berpesan kepada Aremania untuk selalu menjaga kesehatan, tetap di rumah, dan menaati aturan PSBB jika nantinya diberlakukan.

Arema Minta Aremania di Rumah Saja Lewat Video

Tim pelatih dan pemain Arema menyampaikan pesan untuk Aremania itu melalui video. Arema mengunggahnya di akun Instagram resmi milik klub, @AremaFCOfficial.

Mulai dari pelatih kepala Arema, Mario Gomez, dan kapten tim Arema, Hendro Siswanto berpartisipasi dalam video pesan tersebut. Selain itu, para pemain asing seperti Jonathan Bauman, Matias Malvino, dan Oh In-kyun hingga pemain lokal seperti Dendi Santoso dan Johan Farizi, hingga dokter tim Nanang Tri Wahyudi juga ikut serta.

“Dulur-dulur tidak perlu khawatir dengan wabah Covid-19 ini, karena 80 persen hanya gejala. Tapi jangan sampai meremehkan, karena sangat berbahaya. Jangan sampai kalian keluar rumah lalu membawa penyakit untuk keluarga, makanya tetap di rumah saja. Namun bila terpaksa harus keluar rumah, tetap gunakan masker, jaga kebersihan dan selalu terapkan social distancing dengan orang di sekitar anda,” kata dr. Nanang dalam video tersebut.