Kalau Tidak Punya Ekspektasi Tinggi Terhadap Arema, Dia Bukan Aremania

Manajemen Arema menaruh rasa respek atas ekspektasi tinggi dari Aremania yang menginginkan tim kebanggaannya menjadi juara Liga 1 musim depan. Hal itu dirasa wajar, karena kalau tidak berekspektasi tinggi, dia bukan Aremania.

Ekspektasi tinggi dari suporter itu tak lepas dari target juara yang dicanangkan Presiden Klub Arema, Gilang Pramana. Bahkan, sejak Liga 1 2021-2022, tahun pertamanya di Arema, target juara itu sudah ada.

Namun, target juara Arema untuk musim depan dibarengi dengan langkah nyata mempersiapkan skuad berlabel bintang. Hal ini mau tak mau membuat ekspektasi Aremania kian membumbung tinggi.

“Suporter memang harus seperti itu, ekspektasinya harus tinggi. Kalau tidak tinggi, statusnya sebagai suporter patut diragukan. Kami di internal manajemen Arema harus bijak menyikapinya,” kata Media Officer Arema, Sudarmaji.

“Namanya suporter di mana-mana juga ekspektasinya tinggi, entah itu di Eropa, Afrika, bahkan antariksa pun sama.”

Ekspektasi Tinggi Terhadap Arema Dibarengi dengan Realistis

Meski demikian, Sudarmaji menambahkan, ekspektasi tinggi dari Aremania jangan sampai berlebihan. Yang sewajarnya saja, dan sebaiknya dibarengi dengan pemikiran realistis.

Yang dimaksud dengan realistis ini adalah pemikiran yang menyesuaikan antara ekspektasi dengan kenyataan. Misalnya, jika komposisi pemain dalam tim tersebut tak memiliki kedalaman skuad, maka jangan berekspektasi ketinggian.

“Ekspektasi boleh tinggi, tapi harus tetap realistis yang ideal. Manajemen menyaring itu. Mau memberi masukan seperti apa, asal yang konstruktif tak masalah. Itu adalah dinamika menariknya,” tegasnya.

Sejauh ini, Arema sudah mendatangkan gerbong pertama pemain-pemain bintang untuk memenuhi ekspektasi Aremania. BACA: Inilah deretan pemain bintang yang sudah berhasil didatangkan ke Malang.