Kebutuhan Arema Akan Playmaker Dinilai Mendesak

Kebutuhan Arema Akan Playmaker Dinilai Mendesak
Singgih Pitono (C) DANI KRISTIAN

Kebutuhan Arema akan playmaker dinilai mendesak jelang lanjutan Liga 1 2020 Oktober mendatang. Hal itu disampaikan oleh Asisten Pelatih Arema, Singgih Pitono.

Sebagai seorang mantan penyerang, Singgih paham betul kebutuhan di lini depan. Menurutnya, sebagus-bagusnya deretan penyerang, tanpa ditopang lini tengah yang bagus pula akan mengalami ketimpangan di lapangan.

Playmaker akan berperan mengambil alih pengatur serangan ke gawang lawan. Selain itu tugasnya juga mengkoordinasikan lini tengah untuk ikut bertahan saat kehilangan bola.

“Peran striker pasti dipengaruhi oleh keberadaan playmaker, built up serangan kan dari situ. Striker sehebat apapun, kalau tidak ada suplay bola ya percuma. Istilahnya, kalau tidak diberi umpan bagus mana bisa bikin gol,” kata Singgih.

Kebutuhan Arema Akan Playmaker Belum Bisa Terpenuhi Pemain Lokal

Singgih Pitono juga menyebut kebutuhan pemain bertipikal playmaker ini belum bisa dipenuhi oleh pemain lokal. Menurutnya, mau tak mau harus mengambil pemain asing untuk mengisi slot tersebut.

Di awal musim lalu, memang ada Jonathan Bauman dan Oh In-kyun yang diharapkan bisa memerankan tugas tersebut secara bergantian. Namun, jelang bergulirnya kembali kompetisi, kedua pemain asing itu memilih mundur.

“Kami punya pemain lokal yang bisa ditempatkan sebagai playmaker, tapi tidak bisa maksimal, karena bukan posisi aslinya. Kalau secara regulasi bisa, kami akan mencari playmaker asing,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.