Keluarga Korban Kanjuruhan Disaster 2 Berharap Kepada Komisioner Komnas HAM yang Baru

Keluarga korban Kanjuruhan Disaster 2 berharap kepada komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Hal itu diungkapkan mereka saat berkunjung ke kantor Komnas HAM di Jakarta, Jumat (18/11/2022).

Hal itu disampaikan Sekjend Federasi (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andy Irfan yang mendampingi mereka. Menurutnya, kedatangan keluarga korban bertujuan mengadu kepada Komnas HAM yang baru saja berganti susunan komisioner.

“Kami ke sini untuk bertemu komisioner Komnas HAM yang baru untuk follow up tentang dulu yang kami protes kepada komisioner lama. Ini soal rekomendasi Komnas HAM yang menurut kami sangat terburu-buru,” kata Andy.

“Karena rekomendasi Komnas HAM lama masih sangat abstrak, makanya saat ini kami datang ke sini. Korban sangat berharap ada rekomendasi yang lebih kongkret dan bisa menjawab kebutuhan, dan pemenuhan, atas rasa keadilan kami.”

Kelemahan Rekomendasi Komnas HAM di Mata Keluarga Korban Kanjuruhan Disaster 2

Andy membeberkan kelemahan-kelmahan rekomendasi Komnas HAM di mata keluarga korban Kanjuruhan Disaster 2. Menurutnya,kelemahan itu yang mendorong mereka meminta Komnas HAM menerbitkan rekomendasi tambahan.

“Kelemahan paling fatal dari investigasi komisioner Komnas HAM sebelumnya adalah minimnya keterlibatan korban, dalam merumuskan, menemukan, danmendiskusikan temuan-temuan tim yang mereka lakukan sebelumnya,” imbuhnya.

Menurut Andy, sudah selayaknya dalam proses itu Komnas HAM melibatkan masyarakat sipil, bisa korban, pendamping, atau kelompok-kelompok yang terkoneksi. Yang disayangkannya, komisioner Komnas HAM yang lama tidak melibatkan mereka.

“Korban dan keluarga tidak dilibatkan Komnas HAM, sehingga kami merasa apa yang disampaikan Komenas HAM tidak merepresentasikan dan memberikan harapan terhadap upaya keluarga korban yang mencari keadilan,” pungkasnya.