Keluarga Menduga Hasil Autopsi 2 Korban Kanjuruhan Disaster 2 Direkayasa

Keluarga menolak hasil autopsi terhadap dua jenazah korban Kanjuruhan Disaster 2, NDR (16) dan NDA (13). Bapak korban, Devi Athok menduga hasil autopsi itu direkayasa.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jawa Timur, dokter Nabil Bahasuan mengatakan kesimpulan autopsi itu, Rabu (30/11/2022). Hasilnya, tak ditemukan kandungan gas air mata dari hasil toksikologi dan penyebab kematian korban adalah benturan benda tumpul pada organ vitalnya.

Namun, Devi dengan tegas menolak hasil autopsi terhadap kedua putrinya tersebut. Bahkan, diduganya ada rekayasa di balik pernyataan dokter Nabil tersebut.

“Jujur saya gak percaya dengan pernyataan dokter Nabil, dan tim PDFI Jawa Timur,” kata Devi.

Indikasi Dugaan Hasil Autopsi 2 Korban Kanjuruhan Disaster 2 Direkayasa

Dugaan rekayasa itu tak lepas dari pernyataan Nabil yang enggan mengatakan hasil autopsi kepada keluarga korban mauun kuasa hukumnya, Senin (28/11/2022). Namun, dua hari kemudian, justru hasilnya disampaikannya lewat konferensi pers dengan alasan sudah mendapat izin dari tim penyidik Polda Jawa Timur.

“Seharusnya keluarga atau tim kuasa hukum saya mengetahui hasilnya. Alasannya dirilis di pengadilan, tapi kenapa kok tiba-tiba dia ngomong di depan media tentang penyebab kematian anak saya,” imbuh Devi.

Devi juga menolak tegas penyebab kematian kedua anaknya karena ada patah tulang. Menurutnya, hal itu tak masuk akal, karea saat memandikan jenazah keduanya, tak ada sedikit pun luka lecet mauupun lebam karena kekerasan.

“Anak saya gak ada bekas injak-injakan. Pakaiannya pun bersih. Saat saya lihat di Rumah Sakit Wava Husada itu. Anak saya juga keluar busa di mulutnya. Baunya juga bau zat kimia seperti obat nyamuk,” sambungnya.

Apalagi, saat proses ekshumasi atau penggalian jenazah (5/11/2022), Devi juga sempat melihat ada kondisi tak wajar dari bentuk kepala bagian kiri salah seorang anaknya.

“Waktu autopsi, saya melihat kepala sebelah kiri anak saya pecah tak beraturan. Mungkin tembakan (gas air mata) itu kena anak saya,” ujar Devi.

“Ini gak sesuai dengan janjinya saat autopsi anak saya. Gak benar ini, masak dipukul sampai keluar busa? Gak masuk akal.”