Kenapa Arema ‘Parkir Bus’ di Babak Kedua Lawan Persebaya?

Terlihat jelas Arema parkir bus saat lawan Persebaya Surabaya di Liga 1 2021-2022 Pekan 11, Sabtu (6/11/2021) malam, terutama di babak kedua. Hal itu diakui sendiri oleh pelatih Arema, Eduardo Almeida.

Taktik bertahan total itu dilakukannya ketika dalam situasi Arema sedang unggul 2-1 pada babak pertama. Dua gol Arema dari Carlos Fortes dan Muhammad Rafli dibalas satu gol oleh Samsul Arif.

Mau tak mau Almeida harus pakai taktik parkir bus itu setelah dikartumerahnya Dendi Santoso di menit 54. Kalah jumlah pemain membuat mereka fokus mempertahankan keunggulan sebelum akhirnya Marselino Fernando mengubah kedudukan menjadi 2-2 di menit 74.

“Kami berusaha mencari strategi lain untuk menjaga keunggulan. Kami mengontrol area sekitar gawang, baru ketika ada satu-dua kesempatan, kami lancarkan serangan balik untuk mencari gol tambahan,” kata Almeida.

Arema ‘Parkir Bus’ karena Kartu Merah

Eduardo Almeida menegaskan, kartu merah yang dilayangkan untuk Dendi Santoso merusak rencaanya, sehingga harus mengubah taktik dan strategi di babak kedua. Menurutnya, bermain dengan 10 pemain menjadi situasi yang sulit bagi Arema.

Upaya mempertahankan keunggulan itu juga dilakukan dengan menarik Hanif Sjahbandi dan menggantikannya dengan Jayus Hariono yang punya naluri lebih bertahan. Jayus berduet dengan Renshi Yamaguchi sebagai ‘tukang jagal’.

“Tentu kartu merah itu berefek banyak, jelas kami tidak bisa main satu lawan satu, karena kekurangan satu pemain. Karenanya itu situasi sulit, tapi kami harus menyesuaikan lawan,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.