Kerangka Terop di Depan Balaikota Malang Roboh Saat Aksi Damai Aremania

Kerangka panggung di depan balaikota Malang roboh saat aksi damai Aremania menuntut usut tuntas kasus Kanjuruhan Disaster 2, Kamis (10/11/2022) siang. Namun peristiwa tersebut bukanlah karena ulah Aremania.

Empat tiang penyangga terop itu biasa dipasang untuk acara-acara seperti upacara Hari Pahlawan yang kebetulan digelar pagi tadi. Sesaat sebelum rombongan Aremania sampai di depan balaikota memang angin kencang menyerang lokasi.

Angin kencang tak cuma mengambrukkan kerangka terop. Ada sejumlah spanduk dan banner yang terpanjang di lokasi juga beterbangan.

“Itu tadi tiba-tiba roboh kena angin kencang. Untung tidak ada korban kejatuhan,” kata salah seorang pegawai balaikota yang menjadi saksi mata.

Aksi Damai Aremania Diwarnai Hujan Lebat

Selain angin kencang, aksi damai Aremania diwarnai pula dengan hujan lebat. Namun hujan tersebut tak menyurutkan aksi.

Saat hujan masih rintik-rintik Aremania sempat melakukan aksi teatrikal. Mereka membawakan aksi yang menggambarkan peristiwa kekerasan dalam Tragedi Kanjuruhan, termasuk penambakan gas air mata oleh aparat kepada Aremania.

Massa Aremania, termasuk keluarga korban, tetap bertahan di depan balaikota ketika hujan deras tiba. Bahkan, orasi tetap dilanjutkan menyerukan tritura alias tiga tuntutan rakyat.

Hujan deras masih berlangsung saat Aremania membacakan surat Yaasiin, tahlil, dan doa untuk arwah korban Kanjuruhan Disaster.

Hingga aksi damai berakhir, hujan deras masih belum juga reda. Aremania membubarkan diri dengan tertib.