Kiper-kiper Arema Cari Modal Kekuatan di Atas Pasir Pantai

Kiper-kiper Arema Cari Modal Kekuatan di Atas Pasir Pantai
Kartika Ajie (C) DANI KRISTIAN

Kiper-kiper Arema melahap menu dan porsi latihan fisik yang sama di Pantai Balekambang, Jumat (11/10/2019) sore. Pelatih kiper Arema, Yanuar Hermansyah menyebut sesi latihan tersebut sebagai modal kekuatan untuk anak asuhnya di lapangan nanti.

Biasanya, pada sesi latihan biasa di lapangan, pelatih kiper yang akrab disapa Begal itu memberikan materi dan porsi latihan khusus untuk kiper-kiper Arema. Namun, kali ini menu dan porsi latihan Kartika Ajie, Utam Rusdiyana, Muhammad Sandi Firmansyah dan Andryas Francisco tak dibedakan dengan pemain Arema lainnya.

Seluruh penggawa Singo Edan menjalani lima materi latihan fisik di hamparan pasir menanjak di sisi Pantai Balekambang paling timur. Mereka tampak semangat melakoni sesi latihan khusus yang digelar tim pelatih Arema kali ini.

“Saya pikir materi latihan fisik ini sangat menunjang untuk pembentukan power, bukan cuma pada pemain lapangan, tapi juga untuk kiper-kiper Arema,” kata Begal.

Kiper Bukan Sekadar Menjaga Gawang

Begal menyebut, kiper-kiper modern saat ini tugasnya bukan sekadar menjaga gawang dari kebobolan. Sebagai orang terakhir di pertahanan suatu tim, seorang kiper juga harus mampu terlibat dalam permainan.

Saat bertahan, kiper menjadi orang terakhir yang wajib mencegah terjadinya gol ke gawangnya. Sementara saat menyerang, kiper harus terlibat membangun serangan dari wilayahnya sendiri.

“Kiper itu tidak tampil di posisinya saja, tapi juga bermain di posisinya. Tugasnya bukan cuma menjaga gawang, kiper sekarang harus gerak terus. Kalau fisiknya tidak kuat, ketika ada momen yang membutuhkan tenaga maka dia akan mengalami kesulitan,” imbuh pria asli Malang ini.

Lanjutkan Program

Menurut Begal, pembentukan power kiper ini merupakan program awal sebelum menginjak materi latihan berikutnya. Setelah ini, program latihan kiper akan dilanjutkan di atas lapangan normal.

“Karena kabarnya pertandingan masih lama, makanya kami programkan secara global dulu, mencari modal pembentukan power. Otomatis kalau di pasir materinya untuk strength, sedangkan yang lainnya seperti eksplosivitas, endurance, dan kelincahan bisa di lapangan biasa,” tandasnya.