Kondisi Terkini Novita Ramadhani, Korban Kanjuruhan Disaster 2 yang Dirawat di ICU RSSA

Sebulan berlalu sejak terjadinya Kanjuruhan Disaster 2, Senin (1/11/2022) masih ada seorang korban yang dirawat di RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Pasien atas nama Novita Ramadhani itu tengah berjuang di ruang ICU.

Novita menjadi pasien korban terakhir yang masih ditangani RSSA. Sejak sehari setelah kejadian, Aremanita Sumberpucung itu masuk ICU dalam kondisi penurunan pernapasan.

Konsultan ICU RSSA, dokter Wiwi Jaya, SpAn, KIC, mengatakan, kondisi terkini Novita masih dirawat intensif di ICU. Indikasinya ada trauma pada organ paru-parunya yang perlu mendapatkan support dari alat bantu pernapasan (ventilator).

“Infeksinya ada di paru-paru dan di luar paru-paru. Alhamdulillah, akhir-akhir ini perkembangannya membaik. Jika dibandingkan dengan saat pertama kali datang ke ICU sampai hari ini ada perbaikan,” kata Wiwi.

Korban Kanjuruhan Disaster 2 Atas Nama Novita Ramadhani Dalam Kondisi Sadar Meski di ICU

Dokter Wiwi menambahkan, Novita dalam kondisi sadar meski dirawat intensif di ruang ICU. Hanya saja, sampai saat ini pasien belum bisa berbicara atau mengeluarkan suara dari mulutnya.

“Pasien di ICU ini sadar baik, tapi karena ada ventilator yang dimasukkan ke jalan napasnya, maka pita suaranya tertahan oleh pipa ventilator tersebut,” imbuh dokter spesialis anastesi yang dimiliki RSSA tersebut.

“Dia diajak bicara paham, kami berikan sesuatu paham, disuruh angkat tangan dia angkat tangan. Tapi, ya belum bisa ngomong, karena ada ventilator. Dipasang alat tersebut karena kondisinya waktu awal masuk ada kegagalan pernapasan.”

Pekan Depan Diharapkan Lepas Ventilator

Dokter Wiwi berharap dari hari ke hari ke depan, kondisi Novita terus membaik. Jika kondisinya sudah lebih baik, maka pekan depan diharapkan lepas ventilator.

“Dengan berjalannya waktu, dengan ikhtiar tim dari RSSA, mudah-mudahan dari hari ke hari ada perbaikan. Mudah-mudahan pekan depan bisa lepas ventilator, sehingga bisa lepas dari ICU,” sambungnya.

“Prinsipnya semua pasien yang dirawat di RSSA kita lakukan pengobatan semaksimal mungkin yang mampu kami lakukan, agar pasien harapannya bisa sembuh.”