Kuasa Hukum Keluarga Korban Kanjuruhan Disaster 2 Kawal Ketat Laporan Polisi Model A

Kuasa hukum keluarga korban Kanjuruhan Disaster 2, Djoko Tritjahjana kawal ketat Laporan Polisi Model A yang dilakukan sendiri oleh Polri. Hal ini disampaikan pria yang juga Anggota Tim Hukum Aremania tersebut.

Djoko berharap LP Model A kasus Tragedi Kanjuruhan ini jangan sampai tidak sesuai dengan analisanya sebagai praktisi hukum. Harapannya, laporan itu sesuai dengan fakta di lapangan saat kejadian.

Bersama timnya, Djoko mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur di Surabaya, Senin (28/11/2022) untuk menanyakan penanganan berkas kasus ini. Dari hasil diskusi dengan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum), mereka setuju dengan penambahan pasal dan tersangka baru seperti tuntutan Aremania.

“Kita hanya bisa mengawal sebagai penegak hukum, kalau tidak sesuai fakta hukum, sesuai kuasa korban kepada kami, maka itu harus dilawan dan ditentang. Tentu dari sudut pandang hukum dan kajian-kajian tentang itu,” kata Djoko.

“Sekelas Aspidum ternyata analisanya tidak mendukung pihak penyidik, maka sistem hukum bermasalah. Harusnya hukum ini ditegakkan sesuai keinginan masyarakat. Jadi, mereka melihat proses penegakan hukum bisa dipercaya.”

Berani Maju Karena Sudah Ada Mandat Dari Keluarga Korban Kanjuruhan Disaster 2

Djoko menegaskan, langkah beraninya maju mengawal Laporan Polisi Model A itu lantaran sudah mendapatkan mandat dari keluarga korban Kanjuruhan Disaster 2. Kebetulan, kliennya juga sudah membuat Laporan Polisi Model B di Polres Malang beberapa waktu lalu.

“Mereka aparat hukum, dan mestinya menjalankan penegakan hukum secara benar. Kami dalam aksi ini punya legal standing, karena ada kuasa dari keluarga korban,” imbuhnya.

“Jadi, Laporan Polisi Model A harus sesuai dengan fakta sebenarnya, kemudian. Kejaksaan melihat tidak hanya cukup unsur kelalaian, bahwa penembakan gas air mata memang unsur kesengajaan. Mereka pakai dengan logika yang telah dijelaskan oleh Kejaksaan.”