Kuncoro Berharap Rivalitas Suporter Tak Berimbas ke Pemain

Kuncoro Berharap Rivalitas Suporter Tak Berimbas ke Pemain
Kuncoro (C) DANI KRISTIAN

Asisten Pelatih Arema, Kuncoro menilai rivalitas antara Aremania dengan pendukung Persebaya Surabaya yang memanas jelang laga semifinal Piala Gubernur Jatim (Jawa Timur) 2020, Selasa (18/2/2020) sore wajar. Namun, harapannya rivalitas itu tidak berimbas pada pemain kedua tim yang akan berlaga di Stadion Gelora Soeprijadi, Kota Blitar.

Menurutnya, rivalitas antara kedua kelompok suporter sebaiknya hanya berlangsung di tribune stadion selama 90 menit pertandingan berlangsung. Sayangnya, laga Persebaya vs Arema kali ini bakal digelar tanpa penonton.

Namun demikian, diprediksi baik Aremania maupun kelompok suporter Persebaya bakal hadir di luar stadion. Kuncoro berharap potensi kericuhan itu tidak berpengaruh terhadap jalannya pertandingan.

“Rivalitas itu kan antar suporter kedua tim, semoga tidak berimbas negatif ke pemain. Sebab, pemain sepak bola itu bisa saja berpindah-pindah klub, seperti Makan Konate misalnya. Musim lalu dia di Arema, lalu musim ini pindah ke Persebaya,” kata Kuncoro kepada WEAREMANIA.

Jangan Menyerang Pemain dengan Alasan Rivalitas Suporter

Kuncoro meminta suporter di Indonesia bisa lebih dewasa dalam mengartikan rivalitas itu sendiri. Pelatih asal Malang itu berharap jangan sampai menyerang pemain dengan alasan rivalitas suporter.

Makan Konate yang pindah dari Arema ke Pesebaya musim ini kembali menjadi contohnya. Kuncoro berharap tak ada pendukung timnya yang menyerang Konate hanya gara-gara menyeberang ke klub yang menjadi rival Arema.

“Sebaiknya suporter jangan sampai menyerang individu pemain, karena mereka itu profesional. Pemain itu mencari makan di sepak bola, jadi sah-sah saja pindah ke klub lain,” imbuhnya.

Jangan Sampai Terjadi Tindak Kriminalitas di Stadion

Kuncoro juga berharap jangan sampai terjadi tindakan kriminalitas yang dilakukan suporter di stadion. Terlebih, hal itu digunakan sebagai pelampiasan kepada mantan pemain yang hengkang ke klub rival seperti Makan Konate.

“Kalau sudah lempar-lempar ke pemain lawan itu namanya bukan suporter, sudah masuk kategori kriminal,” tegas pria berusia 46 tahun ini.