Liga 1 2020 Mundur, Pemain Arema Dapat Keuntungan Finansial

Latihan Arema Dua Kali Sehari Dihapusan, Ini Kata Carlos Oliveira
Sesi latihan Arema (C) DANI KRISTIAN

Lanjutan Liga 1 2020 mundur tak serta-merta membuat para pemain Arema merugi. General Manager Arema, Ruddy Widodo mengungkap adanya keuntungan finansial yang bisa mereka dapatkan karena penundaan jadwal ini.

Sebelumnya, PSSI resmi menunda satu bulan lanjutan Liga 1 2020 yang sedianya digelar 1 Oktober. Sebab, penyelenggaraannya belum mendapatkan izin dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Ruddy menjelaskan, dengan molornya kompetisi satu bulan, maka durasi rekontrak yang sudah disepakati antara manajemen klub dengan pemain otomatis ikut molor. Durasi kontrak pemain Arema memang mengikuti waktu berakhirya kompetisi.

“Pada prinsipnya, kontrak mereka selesai Februari, kalau liga ditunda sebulan ya ikut molor juga kontrak pemain. Saya bilang kepada pemain, setidaknya mereka punya tabungan satu bulan di bulan Maret. Yang tadinya kompetisi selesai Februari, karena molor, berarti Maret mereka masih bekerja dan menerima gaji,” kata Ruddy.

Liga 1 2020 Mundur, Skema Gaji Pemain Tetap

Ruddy Widodo memaparkan, penundaan Liga 1 2020 ini tidak mengubah skema gaji pemain Arema. Surat Keputusan PSSI No. 48 dan No. 53 tetap digunakan sebagai landasan hukum.

Jika Liga 1 2020 tidak ditunda sebulan, seharusnya pemain Arema menerima gaji 50 persen sesuai SK No 53, di mana prosentase itu berlaku H-1 bulan kompetisi bergulir. Setelah kompetisi ditunda, maka untuk gaji bulan September, pemain tetap menerima gaji 25 persen sesuai SK No. 48.

“Kami pastikan tetap menggunakan skema rekontrak dari PSSI yang tertuang dalam SK No. 48 dan No. 53. Gaji 50 persen tetap diberlakukan H-1 bulan sebelum kompetisi, atau Oktober nanti,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.