Liga 1 2022-2023 Dilanjutkan Saat Kasus Kanjuruhan Disaster 2 Belum Tuntas, Duka Ditutupi Euforia

Liga 1 2022-2023 dilanjutkan kembali saat kasus Kanjuruhan Disaster 2 belum tuntas. Aremania menilai suasana duka yang mereka rasakan berusaha ditutupi dengan euforia.

Saat ini proses hukum kasus Tragedi Kanjuruhan ini masih berjalan dalam tahap pemberkasan. Aremania dan keluarga korban masih menuntut adanya penambahan tersangka dan pasal pembunuhan.

Aremania terus melakukan aksi demi aksi turun ke jalan untuk menberikan tekanan agar kasus ini diusut tuntas. Ambon Fanda, salah seorang Aremania yang melakukan Aksi Konvoi Hitam, Kamis (8/12/2022) menduga dilanjutkannya kompetisi adalah salah satu cara pemerintah untuk menggembosi aksi Aremania.

“Itu salah satu cara pemerintah untuk menggembosi aksi ini, agar kasus ini tertutupi, euforia kembali meluap, duka ditutupi dengan euforia,” kata Ambon.

Aremania Kecewa Liga 1 2022-2023 Dilanjutkan

Sebagai Aremania, Ambon mengaku kecewa Liga 1 2022-2023 dilanjutkan kembali oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru. Lebih disayangkannya, pemerintah, termasuk Kementrian Pemuda dan Olahraga, dan Polri memberikan izin.

Sebelumnya, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan telah merekomendasikan agar Liga 1 tidak diputar sebelum kasus ini tuntas. Namun, rekomendasi yang laporannya sudah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo itu tidak dilaksanakan.

“Kami sangat kecewa, makanya saya bilang PSSI bobrok, tidak ada revolusi di dalam tubuh PSSI. Selama PSSI masih dipimpin orang-orang itu saja, dengan lokomotif yang lama, meskipun diganti gerbong yang baru, tidak akan mengubah sesuatu,” tandasnya.