Berita Arema

Mahdi Haris Meninggal Dunia Usai Bereuni Sesama Legenda Arema

Mahdi Haris (C) TABLOID SINGO EDAN

Salah seorang legenda Arema era Galatama, Mahdi Haris meninggal dunia, Jumat (19/6/2020), sekitar pukul 23.00 WIB. Kepergiannya terjadi usai bereuni kecil-kecilan dengan sejumlah legenda Arema lainnya.

Mantan Asisten Pelatih Arema, Siswantoro yang turut hadir dalam reuni tersebut membeber kronologi hingga Mahdi mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Universitas Brawijaya Malang. Menurutnya, awalnya reuni itu diadakan di sebuah warung STMJ di kawasan Jalan Laksda Adi Sucipto Kota Malang.

Hingga sekitar pukul 20.30 WIB, sejumlah mantan pemain Arema yang seangkatan dengannya di musim 1987-1993 berdatangan. Ketika warung STMJ hendak tutup, mereka memutuskan pindah ke Pos Ketan di Jalan Soekarno-Hatta.

“Awalnya kami sudah mengingatkan agar dia pulang ke rumah saja, tapi dia memaksa ingin ikut. Katanya masih ada yang ingin dibicarakan. Di Pos Ketan dia cuma pesan mie rebus pakai telor dan teh hangat. Waktu itu ya bercanda bersama teman-teman, terlihat sehat. Semasa masih menjadi pemain dia juga tidak pernah ada keluhan sakit macam-macam,” kata Siswantoro.

Mahdi Haris Meninggal Dunia di Rumah Sakit

Siswantoro menyebut, Meok, sapaan akrab Mahdi Haris, sempat pamit ke kamar mandi saat di Pos Ketan, untuk menerima telepon yang sepertinya berasal dari istrinya. Beberapa saat setelah kembali dari kamar mandi, duduk di tempat yang sama, lalu kejang-kejang.

Menurutnya, di Pos Ketan sempat nazak, sebelum dilarikan ke RSUB yang tak jauh dari lokasi kejadian. Siswantoro menambahkan, saat diantar dengan mobil, nyawa pria yang pernah mengantarkan Arema menjadi juara Galatama 1992-1993 itu masih ada.

“Setelah sampai di rumah sakit, dicek jantungnya ternyata nyawanya sudah tidak terselamatkan, kemungkinan besar serangan jantung. Kata istrinya ada keluhan sesak napas. Saya juga tidak menyangka kejadiannya seperti ini,” tegasnya.

Exit mobile version