Makna Jiwa Jawara Bagi Dirigen Aremania

Makna Jiwa Jawara bagi Aremania tentu berbeda-beda. Lantas, apa makna jargon HUT Arema ke-35 itu bagi dirigen Aremania, Yuli Sumpil?

Seperti diketahui, tahun ini manjemen Arema sudah menetapkan Jiwa Jawara sebagai jargon ulang tahun klub yang ke-35. Jargon itu dipilih tak lepas dari target juara di Liga 1 2022-2023 yang masih dicanangkan Presiden Klub, Gilang Pramana.

Jules, sapaan akrab Yuli Sumpil, mengamini target juara tersebut. Menjadi juara adalah suatu kebanggaan baginya sebagai Aremania, tapi ada sesuatu yang lebih daripada itu.

“Jawara adalah juara, bukan sombong terhadap sesama. Buatlah jawara ini untuk titik awal kita menjadi jawara yang sejati, bukan hanya sekadar juara kompetisi. Juara itu titik awal kita, untuk Arema, Malang Raya dan Indonesia,” kata Jules.

Makna Jiwa Jawara untuk Aremania

Yuli Sumpil juga menjelaskan makna Jiwa Jawara bagi Aremania sebagai pendukung setia Arema. Pria bernama asli Yuli Sugianto itu menyinggung soal sikap yang seharusnya dimiliki Aremania.

Baginya, jawara yang hakiki bagi seorang suporter adalah menjaga sopan santun dan kerukunan sesama. Karenanya, Jules menekankan kepada nawak-nawak Aremania untuk selalu menjaga dua hal itu.

“Jawara yang hakiki buat Aremania itu ayo bersopan santun, jangan bikin ribut, bertengkar sesama Aremania, dan sebagainya. Ayo taati aturan, karena jawara bagi kita bukan sekadar gagah berani,” imbuhnya

Menjaga Nama Baik Arema dan Aremania

Di momen HUT Arema ke-35 ini, Yuli Sumpil mengajak Aremania untuk menjaga nama baik Arema dan Aremania. Sebab, Arema baginya adalah harga diri.

“Makna Arema buat saya bukan cuma suatu klub sepak bola, buat saya kebanggaan dan harga diri. Singa adalah simbol besar, makanya kita harus menjaga nama Arema dan Aremania,” pungkasnya.