Manager Arema Tak Peduli Sanksi Berat Dari Komdis PSSI, Fokus Korban Kanjuruhan Disaster 2

Manager Arema, Ali Rifki tak peduli sanksi berat yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI kepada klubnya usai Kanjuruhan Disaster 2. Menurutnya, saat ini pihaknya masih lebih fokus pada penanganan korban.

Tragedi ini terjadi usai laga Arema vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2022-2023 Pekan 11, Sabtu (1/10/2022) malam. Setidaknya ada 130 korban jiwa melayang dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Ali sendiri saat kejadian sempat membantu mengevakuasi korban di Stadion Kanjuruhan. Kini, kegiatan sehari-harinya berkeliling mendatangi rumah duka korban dan membesuk korban yang dirawat di rumah sakit.

Kondis PSSI sudah menetapkan Arema dihukum denda Rp250 juta. Selain itu, Arema harus menggelar laga kandang tanpa penonton hingga akhir musim, dan laga kandang digelar di stadion yang berjarak sekurangnya 250 km dari Stadion Kanjuruhan.

“Mau dihukum seberat apapun kami siap, kami menerima. Kami, manajemen Arema kini masih fokus kepada korban. Mau dihukum seberat apa pun kami tidak masalah, karena musibah ini korbannya sudah ratusan. Kami tidak bisa main-main, ini menyangkut nyawa Aremania,” kata Ali.

Isyaratkan Arema Tak Akan Banding Atas Sanksi Pasca Kanjuruhan Disaster 2

Ali Rifki isyaratkan Arema tak akan mengajukan banding atas sanksi pasca Kanjuruhan Disaster 2 ini. Pihak manajemen klub bakal menerima sanksi itu seberat apa pun.

Selain sanksi denda dan menggelar laga usiran tanpa penonton itu, ada pula sanksi lain kepada dua personelnya. Ketua Panpel Arema, Abdul Haris dan Security Officer Arema, Suko Sutrisno dihukum tak boleh beraktivitas dalam dunia sepak bola Indonesia selama seumur hidup.

“Kita tidak mempermasalahkan, mau dihukum seberat apa pun kami terima. Yang terpenting nyawa dan sisi kemanusiaan yang harus dikedepankan,” imbuh manager asal Pasuruan itu.

Minta Dukungan Seluruh Masyarakat

Ali Rifki juga meminta dukungan seluruh masyarakat dalam penanganan korban yang hingga kini masih dirawat di rumah sakit maupun yang rawat jalan. Menurutnya, Arema siap bertanggung jawab dengan memberikan santunan kepada mereka.

“Saya mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia, untuk mendoakan para korban yang meninggal, agar khusnul khotimah, dan memberikan ketabahan bagi keluarga korban, serta berharap kesembuhan bagi korban yang dirawat,” tandasnya.