Manager Tim Arema: Lupakan Mitos, Percayakan Kepada Tuhan

Manager tim Arema, Ali Rifki meminta semua pihak untuk melupakan mitos dan lebih percaya kepada Tuhan YME. Pernyataan ini disampaikannya untuk merespons adanya mitos tiap Arema juara Piala Presiden selalu loyo di kompetisi.

Mitos itu cukup beralasan mengingat rekam jejak Arema di dua musim Piala Presiden sebelumnya. Lihat saja saat Arema menjuarai Piala Presiden 2017 dan 2019, ada di posisi berapa mereka di klasemen akhir Liga 1?

Ketika menjadi juara Piala Presiden 2017, Arema finish di peringkat 9 klasemen akhir Liga 1 2017. Hasil yang sama didapatkan skuad Singo Edan di Liga 1 2019 saat mengangkat trofi juara Piala Presiden 2019.

“Tahun 2017 dan 2019 saya belum di sini. Tapi, sebaiknya kita lupakan saja mitos-mitos itu. Yakin dan percayakan kepada Allah SWT, selesai,” kata Ali.

Manager Tim Arema Pernah Patahkan Mitos Musim Lalu

Sejak datang ke Arema musim lalu, sebenarnya Ali Rifki sudah pernah membuktikan patahnya sebuah mitos di Liga 1 2021-2022. Arema mematahkan mitos tak pernah menang di Stadion Manahan, Solo.

Saat itu, Arema menantang Persija dengan status tim tamu di Stadion Manahan. Bayang-bayang mitos itu mampu dipatahkan dengan kemenangan 1-0.

“Kemarin waktu di Solo lawan Persija Jakarta di Liga 1 2021-2022, yang katanya mitos kita tidak bisa menang di Stadion Manahan, kita sampaikan kepada pemain, kita insyaAllah menang, dan akhirnya menang,” pungkasnya.