Manajemen Arema Bantah Anggapan Ancaman Kosongkan Tribune Adalah Hal Wajar

Manajemen Arema bantah anggapan ancaman kosongkan tribune dari Aremania adalah hal yang wajar. Sebab, Arema masih membutuhkan suporter di tiap laga kandang.

Seperti yang ditulis WEAREMANIA sebelumnya, Media Officer Arema, Sudarmaji angkat bicara soal tuntutan Aremania soal pergantian pelatih Eduardo Almeida. Dalam kutipan tersebut ada yang perlu diluruskannya.

“Itu bagian dari ekspektasi Aremania, rasanya lumrah dalam sepak bola saat kalah di kandang. Misalkan bukan Arema, enam kali menang, tapi satu kali kalah di kandang, pasti ada tekanan semacam itu,” kata Sudarmaji waktu itu.

“Yang dimaksud ‘itu’ dalam kalimat tersebut bukanlah ancaman boikot, jadi tidak ada kaitannya dengan kosongkan tribune, tapi lebih kepada tuntutan pergantian pelatih,” kata Sudarmaji kepada WEAREMANIA.

Ancaman Kosongkan Tribune Tak Perlu Dilakukan

Sudarmaji menambahkan, pihak klub meyakini Aremania merupakan kelompok suporter dewasa. Artinya, ancaman kosongkan tribune itu tak perlu benar-benar dilakukan.

“Kami optimistis Aremania memiliki kedewasaan yang sangat tinggi terhadap klub kebanggaannya. Pengalaman dua tahun tanpa kehadiran penonton dan hampir setengah musim sebelumnya terkena sanksi tanpa penonton, tentu menjadi hikmah yang luar biasa bagi Aremania untuk tidak diulangi,” imbuhnya.

“Aremania yakin memiliki saluran khusus untuk menyampaikan tuntutan tanpa merugikan klub.”