Manajemen Arema Hormati Larangan Aremania Tur ke Kandang Persik Kediri

Ada larangan Aremania tur ke kandang Persik Kediri saat Arema bertandang di Liga 1 2022-2023 Pekan 10, Sabtu (17/9/2022) mendatang. Manajemen Arema menghomati keputusan yang sudah disepakati bersama itu.

Sebelumnya, digelar rapat koordinasi di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Kamis (1/9/2022). Hasil kesepakatan dalam pertemuan itu disampaikan Kapolres Kediri Kota, AKBP Wahyudi.

Selain Polresta Kediri, dalam pertemuan tersebut hadir pula perwakilan Pemerintah Kota Kediri, Polres Kediri, Kodim 0809, Panpel Persik, perwakilian suporter Persik dan perwakilan Arema. Ketua Panpel Arema, Abdul Haris kebetulan menjadi salah seorang yang hadir.

“Managemen dan Panpel Arema menghormati apa pun keputusan dari pihak keamanan maupun Panpel Persik,” kata Haris kepada WEAREMANIA.

Larangan Aremania Tur ke Kandang Persik Kediri Harus Ditaati Walau Merugikan

Abdul Haris menegaskan, larangan hadirnya Aremania dalam laga tandang Arema ke markas Persik Kediri itu jelas merugikan tim Arema. Namun, keputusan bersama itu harus sama-sama ditaati.

Menurutnya, kesepakatan itu diambil pasti sudah ada sejumlah pertimbangan demi kebaikan bersama. Salah satu alasannya tentu adalah faktor keamanan, di mana antara Aremania dan pendukung Persik Kediri sempat punya sejarah kelam.

“Dengan berbagai pertimbangan yang telah diuraikan panjang lebar ketika rakor, kami memahami, walaupun hal tersebut merugikan suporter dan managemen karena element suporter adalah pemain ke -12 yang sangat diperlukan untuk menggenjot semangat dan daya juang pemain di lapangan,” imbuhnya.

Imbauan untuk Aremania

Dalam kesempatan ini, Abdul Haris juga turut mengimbau kepada seluruh Aremania untuk menaati kesepakatan bersama tersebut. Pihaknya tak ingin ada satu pun Aremania yang hadir diam-dia ke Stadion Brawijaya, Kediri di hari H pertandingan.

“Saya berharap Aremania juga bisa memahami, karena kita sebagai tim tamu akan menghormati keputusan tim tuan rumah,” pungkas eks Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang itu.

Pertemuan di Balai Kota Kediri itu menghasilkan sejumlah poin kesepakatan. BACA: Inilah 7 poin kesepakatan yang juga diamini oleh perwakilan pendukung Persik Kediri dan pendukung Arema.