Mari Nikmati Keindahan Sepak Bola Tanpa Asap Flare dan Chant Rasis

Jelang Piala Presiden 2022, Presiden Klub Arema, Gilang Pramana mengajak seluruh suporter, termasuk Aremania untuk menikmati keindahan sepak bola. Semua diimbaunya untuk tidak menyalakan flare dan ngechant bernada rasis.

Seperti diketahui, di dua laga uji coba kandang terakhir Arema menghadapi dua masalah klasik tersebut. Flare yang lama tak terlihat dan chant rasis yang lama tak terdengar, mendadak ‘populer’ kembali.

Flare adalah salah satu benda yang dilarang berada di dalam stadion selama pertandingan sepak bola oleh FIFA maupun PSSI. Begitu pula dengan chant-chant suporter yang liriknya berisi kata-kata mengejek kelompok suporter lawan.

“Mari kita nikmati keindahan sepak bola di stadion dengan tidak merusaknya dengan chant rasis dan asap flare, smoke bomb dan petasan saat memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangan di stadion,” kata Gilang.

Tanpa Asap Flare dan Chant Rasis, Aremania Tetap Bisa Mendukung Arema

Gilang Pramana menyebut, tanpa asap flare dan chant rasis, Aremania tetap bisa mendukung Arema dengan kreatifitas lainnya. Tentunya, keindahan sepak bola akan semakin bisa dinikmati semua yang ada di dalam stadion, termasuk wanita dan anak-anak.

Karenanya, pria yang akrab disapa Juragan 99 itu berharap suporter dan penonton yang hadir di tribune stadion sadar diri. Sebab, pada hakikatnya flare, smoke bomb, dan petasan dilarang masuk ke dalam stadion.

“Setelah sekitar dua tahun tak bisa hadir langsung, ayo kita ke stadion mendukung tim kesayangan, sekaligus menjaga untuk tidak merusak atmosfer pertandingan dengan nyanyian rasis atau menyalakan flare, smoke bomb juga petasan,” pungkasnya.

Arema akan bertarung di Grup D Piala Presiden 2022 sebagai tuan rumah melawan PSM Makassar, Persikabo 1973, dan Persik Kediri. BACA: Inilah target Gilang Pramana untuk Arema di Piala Presiden 2022 ini.

---
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.