Mario Gomez Bikin Carlos Oliveira Jadi Apes

Mario Gomez Bikin Carlos Oliveira Apes
Carlos Oliveira (C) DANI KRISTIAN

Meski sudah hengkang kembali ke Borneo FC, Mario Gomez ternyata membawa dampak terhadap era kepelatihan penerusnya di Arema dalam lanjutan Liga 1 2020. Sebagai penerus tampuk kepemimpinan sebagai pelatih kepala, Carlos Oliveira jadi apes.

Sebelumnya, General Manager Arema, Ruddy Widodo memberikan keleluasaan penuh kepada Gomez untuk banyak hal. Salah satunya mendatangkan asisten pelatih sebagai pelatih fisik, Marcos Gonzalez yang kemudian turut serta bersamanya menuju ke Borneo FC setelah tak sepakat skema rekontrak.

Gomez juga memiliki hak penuh atas pemilihan empat pemain asing. Mulai dari Oh In-kyun dan Jonathan Bauman, mantan anak asuhnya di Persib Bandung, hingga duo Matias Malvino dan Elias Alderete yang kini semua tak lagi di Arema.

“Sebelumnya, kami sudah memberikan keleluasaan kepada pelatih kepala untuk mendatangkan pemain asing sesuai yang diinginkan, tapi nyatanya apa sekarang? Semua pergi. Kalau dilihat di tiga laga, dengan pemain asing pilihan pelatih kepala hasilnya kami cuma bisa megumpulkan tiga poin,” kata Ruddy.

Carlos Oliveira Jadi Apes, Tak Punya Kuasa Penuh Seperti Mario Gomez

Beda dengan Mario Gomez, Carlos Oliveira tak punya kuasa penuh terhadap penentuan pemain asing. Ruddy Widodo mengakui ada campur tangan direksi klub dalam penentuan pemain asing Arema.

Sejauh ini sudah datang Caio Ruan dan Bruno Smith, yang sudah ditunjuk manajemen Arema sebelum kehadiran Carlos Oliveira di Malang. Bahkan, ketika mengusulkan satu nama striker asing asal Australia, Ruddy menolaknya lantaran tak mendapat restu direksi.

“Untuk pelatih asing yang sekarang ini, direksi klub turut campur dalam pemilihan pemain asing. Kami tanya ke pelatih mengenai pemain seperti apa yang dibutuhkan. Lalu, kami menyodorkan nama dari agen, kemudian tim pelatih yang menilainya. Kalau bagus, baru dilihat harganya masuk dengan budget direksi atau tidak,” imbuhnya.

Bukan karena Trauma dengan Pelatih Asing

Ruddy Widodo menjelaskan, apa yang dilakukan direksi Arema bukan karena trauma pada pelatih asing. Buktinya, sepeninggal Mario Gomez, direksi klub lantang menyuarakan agar merekrut kembali pelatih asing, hingga ditunjuklah Carlos Oliveira.

“Bukan trauma menurut saya, lebih pada kehati-hatian. Tentu kami tidak ingin hal sebelumnya terulang kembali. Kami sudah banyak merugi untuk pemain asing ini,” tegas manajer berkaca mata ini.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.